Pemerintah, melalui lembaganya MENPORA kabarnya tidak mengalokasikan dana untuk Timnas yang akan berjuang di piala AFF 2012 akhir November ini. Nampaknya hal ini akan berdampak terhadap psikologis pemain.
Upaya tim yang telah dengan giat berlatih, haruskah sia-sia tidak mampu berangkat ke Malaysia untuk mengikuti perhelatan yang membawa nama bangsa tersebut. Masuk akalkah negeri terluas sekaligus terkaya dari antara bangsa peserta yang akan mengikuti tournament tersebut tidak mampu mengirim Punggawanya untuk menyeberangi lautan Malaka. Di mana harga diri bangsa ini?
Alasan mempora memutuskan kucuran dana untuk timnas tersebut karena belum adanya keharmonisan antara kubu PSSI dengan ka pe eshit! dalam hal pengakomodiran para 'ksatria' yang akan mengusung sang Garuda. Padahal PSSI sudah cukup mengakomodir seluruh impian publik negeri ini agar melibatkan para pemain yang berlaga di liga yang katanya lebih 'bergengsi' tersebut.
Namun reaksi spontan nan JEGGEEEEER dari kami kelompok suporter Indonesia yang tergabung dalam FDSI kembali akan melakukan penggalangan dana untuk memberangkatkan para pahlawan kita mangarungi lautan Malaka. Kami tidak peduli kepentingan apa yang anda perebutkan wahai para elit politik sehingga timnas kami tercinta akan menanggung malu.
Saudara Andi Malaranggeng, perlu anda pahami bahwa semangat kami para supporter tidak akan pernah surut untuk memberi pelajaran bagi anda apa sesungguhnya makna NASIONALISME. Perlu juga anda pahami apa makna 1.000 (seribu) rupiah yang kami himpun dari seluruh suporter timnas dibandingkan uang milyaran rupiah yang tidak 'sportif' bergulir di dalam institusimu. Dan yang terakhir yang paling perlu anda pahami, hey bang kumis bahwa anda tidak lebih terhormat dari seorang sahabat kami mas Aril Wanto, pedagangan Pecel Lele kaki limaan yang mau menyisihkan hasil keringatnya untuk bambang Pamungkas, dkk.
Duduklah yang manis pak mentri, kami akan menanggung biaya para pejuang kami untuk berlaga di AFF akhir bulan ini.
Ayo kawan-kawan mari buktikan dukungan kita, bahwa Garuda masih tetap di dada kita.
KOIN UNTUK TIMNAS INDONESIA
No. Rek. BRI: 4187-01-005149-53-6
(A/n Satu Untuk Timnas)
Wednesday, 7 November 2012
Thursday, 25 October 2012
Write your dream, brother...
SALAM SEMANGAT PEMBINAAN USIA DINI:
Ketika bangsa ini sedang letih didera kemelut berkepanjangan, dimana
para lawas sibuk mencari tempat duduk yang nyaman untuk menonton...kami
generasi muda bangsa ini kerap gelisah bahkan tak dapat tidur nyenyak
setelah menonton hasil 2 x 45 yang tidak pernah menggembirakan. Padahal
suara sudah tinggal di ujung kerongkongan, bahkan keluar
stadionpun masih mempertimbangkan uang 3000 rupiah untuk membeli sebotol
air mineral.
Kami menyadari betul bahwa kesalahan sudah
terjadi saat menyusui atau jangan-jangan sudah sejak sang embrio masih
dalam kandungan. Apakah yang membuat kurang bergizinya sang ibu pertiwi
padahal sudah menyantap nutrisi yang terkadung di bentangan suburnya
kandungan mineral negeri ini. Namun ternyata belum menghasilkan tarus
yang baik untuk diberikan ke darah kandunganya.
Kemudian kami
juga memahami betul bahwa ternyata kesalahan teknis juga menjadi bagian
yang tak terelakkan penyumbang terbesar faktor ketidak-indahan catatan
statistik selama 2 x 45 menit. Karena ternyata baru menit ke 60, seluruh
punggawa sudah mulai berlutut di atas rumput hijau.
Kami
tidak menuntut hasil akhir,...kami hanya menginginkan agar kami tetap
bangga untuk selalu menyanyikan lagu kebangsaan tidak saja hanya saat
sebelum kick off, tetapi kami juga ingin tetap kembali menyanyikan lagu
Indonesia Raya itu hingga pluit akhir wasit berbunyi.
Di
kondisi yang sedang kemelut ini,...kami sang generasi pelurus (maaf
bukan 'penerus' loh, jangan salah baca yah...tetapi memang pelurus kok,
saya gak salah ketik) yang terhimpun dari ribuan semangat yg tercerai
berai bukan saja dari serambi mekkah hingga bumi cendrawasih, tetapi
dari paman sam hingga ke negeri matahari terbit para nasionalis muda
Republik Merah putih ini tidak ingin kegelisahan ini berkepanjangan.
Hari ini, menjadi awal dimana seluruh anak yg tersebar di pelosok tanah
air ini akan berani 'menuliskan mimpinya' menjadi punggawa GARUDA
setelah mendapatkan bimbingan yang baik dari para generasi pelurus
negeri ini disertai semangat yang tidak terukur dan tak pernah luntur.
Selamat untuk seluruh suporter yang telah menumpahkan seluruh
ketulusannya untuk mewujudkan impian anak-anak tunas bangsa ini. Selamat
atas terbitnya buku KURIKULUM & PEDOMAN DASAR SEPAK BOLA INDONESIA
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para pencerah, dan terima
kasih banyak juga untuk Coach Timo Scheunemann, Si Bule ndeso.
#Department PUD FDSI.
Wednesday, 19 September 2012
24 Jam Menuju DKI I
Sebelumnya tidak ada yang menduga dan menyangka kemenangan pasangan calon gubernur DKI Jokowi-Ahok pada putaran pertama Pilgub DKI 2012 cukup fenomenal. Pasangan ini meraih 42% suara, jauh meninggalkan 5 pasangan calon lain. Bahkan pasangan calon Incumbent Foke-Nara yang menduduki urutan ke 2 dalam perolehan suara terpaut 10%, dengan perolehan suara sebanyak 32%. Akhirnya putaran ke dua harus dijalankan karena belum ada yang mencapai kemenangan mutlak dengan perolehan suara minimal 51%.
Bagaimana dengan putaran ke dua?
Tidak lebih dari 24 jam lagi, diiringi turunya hujan perdana membasahai kota ini setelah musim kemarau yang sedikit agak panjang, warga DKI akan menentukan pilihan gubernurnya untuk memimpin DKI periode 2012-2017. Siapakah yang akan dipilih oleh warga DKI? Apakah yang lama akan mendapatkan kesempatan dua kali? Atau yang baru akan mendapatkan kesempatan perdana?
Bila kita flash back perjalanan kedua pasangan calon sejak putaran pertama hingga menjelang putaran ke dua besok, ke dua pasangan calon yang lolos ke putaran ke dua ini telah melakukan segala macam upaya untuk meraih kursi no 1 dan paling panas di Ibu kota ini. Mulai dari cara-cara yang konvensional hingga dengan cara-cara yang sangat kreatif dan inovatif. Mulai dari cara yang ideal hingga mungkin juga dengan cara yang curang bahkan melanggar hukum. Mulai dari cara-cara yang memang menarik simpati hingga dengan cara-cara yang sarat dengan intimidasi.
Lalu kira-kira siapa yang akan mencapai puncak piramid Kota ini? Atau mungkin pertanyaan yang lebih terurai adalah siapa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh DKI?. Pemimpin yang bagaimana yang sanggup membenahi kota yang semrawut ini?. Gubernur seperti apa yang mampu meredam 'kekejaman' Ibukota ini yang katanya lebih kejam dari ibu tiri.
Jakarta 25 tahun terakhir
Penulis bukanlah tim sukses, apalagi bagian dari salah satu calon tertentu. Penulis hanya seorang warga DKI yang sudah 25 tahun berdomisili dan berjibaku di Ibukota yang berantakan ini. Sejauh pengamatan penulis, sejak tahun 87 hingga sekarang kota ini berkembang sangat pesat tanpa kendali. Pembangunan seakan-akan saling berkejar-kejaran.
Kota ini bagai hutan beton, pori-pori tanahnya ditutup dengan pengerasan material kasar secara sporadis, hingga tidak ada lagi permukaan tanah yang dapat menyerap air, inilah penyebab utama banjir. Nyaris seluruh permukaan Kota ini tidak bisa lagi dirambati oleh akar tanaman. Sehingga air tidak lagi melintasi siklusnya.
Ruang terbuka hijau atau taman kota habis dijadikan bangunan pusat perbelanjaan. Tidak ada lagi taman-taman tempat yang nyaman untuk anak-anak bermain, tidak ada lagi udara segar yang dapat kita hirup saat bangun pagi. Pusat-pusat perbelanjaan, apartemen, gedung perkantoran, dan perumahan yg tidak memenuhi standart amdal, semuanya bertumbuh seperti jamur. Belum lagi permukiman liar yang tumbuh menjadi pemukiman kumuh.
Kota Jakarta ini tidak lagi manusiawi. Tidak ada lagi pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, tidak ada kemudahan akses fasilitas umum untuk penyandang cacat. Tidak ada lagi ruang yang nyaman untuk sekedar bercengkrama di ruang terbuka. Tidak ada lagi masyarakat yg peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kesemrawutan atau kesalahan pengelolaan membuat kota ini menjadi tidak teratur. Kemacetan tak terurai akibat pesatnya perkembangan kepemilikan kendaraan, jauh lebih cepat akselerasinya dibandingkan perkembangan fisik ruas jalan. Hingga volume kendaraan tidak dapat lagi ditanggung oleh volume jalan yang memang sangat terbatas.
Nampaknya semua gubernur yang pernah memimpin Kota ini hanya berorientasi kepada pengembangan secara fisik semata. Tidak ada pemimpin yang menata kota ini secara software, hingga membuat sistem yang sesungguhnya sebagai regulasi pengendalian pembangunan kota ini. Yang dikembangkan hanya fisiknya saja yang semakin berlapis-lapis bahkan menjulang tinggi menuju kaki langit.
Perilaku masyarakatnya pun berubah semakin oportunis, hubungan tatanan sosialnya berangsur surut atau mengalami proses degradasi. Dekadensi moralpun terasa seiring dengan semakin tingginya tingkat stressing kota ini. Polusi udara yang menebal, panas yang menyengat, air bersih yang sulit didapat, pengangguran yang semakin tinggi, urabanisasi yang juga tidak terkendali, hingga membuat kota gila ini semakin men'gila'politan (pelsetan megapolitan).
Mr. J or Mr. F?
Lalu siapakah yang lebih pantas mengelola Kota ini? Apakah masih kita serahkan kepada yang pengalaman mengelola kota Jakarta ini namun misorientasi? Atau kepada yang sesunggunya juga sudah pengalaman di kota lain dan berhasil mengelola kota tersebut menjadi kota idaman para turis lokal dan mancanegara?
Apakah persoalan kota ini dapat diatasi dengan emosional dan temperamen? Atau sesungguhnya kota keras ini harus dihadapi dengan kelembutan? Ya tentunya dengan kebijakan yang tegas. Sebab kota ini nampaknya harus dipimpin oleh seorang yang cerdas dan dapat menata kota ini dengan konsep yang manusiawi dan dengan cara yang humanis.
Jika kita lihat dari parameter perilaku saja, nampaknya kedua pasangan calon ini sangat bertolak belakang. Yang satu ramah dan santun yang satu malah suka marah-marah dan tendensius. Heheheh
Jika kita lihat dari prestasi memimpin? mmmm...Memang Solo adalah kota yang tidak besar dan cenderung homogen, penduduknya pun tidak lebih dari 1 juta. Mungkin tidak sulit bagi seorang Jokowi untuk membuat kota Solo menjadi kota yang arif dan lohjinawi. Bagaimana dengan Jakarta yang heterogen dan berpenduduk 9 Jt jiwa dengan segalam macam persoalan?
Lalu bagaimana dengan prestasi Foke selama memimpin Jakarta? Gubernur yang sudah memimpin DKI selama satu periode dan sebelumnya menjadi wakil Sutioso ternyata tidak berhasil membenahi dan menata kota ini menjadi baik. Padahal menurut pengakuan beliau katanya ahli di bidang ini (baca:penataan tata kota). Lagi-lagi karena berorientasi pada pembangunan fisik. Karena setiap proyek pembangunan fisik, seorang gubernur akan mendapatkan 'fee' atas peresetujuanya memberikan ijin pembangunan fisik di kota ini. Wow, apakah karena uang milayaran yang di depan mata mengucur begitu saja hingga Foke sulit merelakan lepasnya Jabatan DKI-1 tersebut? Hingga harus ngotot ingin mengalahkan Jokowi di putaran ke dua besok?
Jurus pamungkas apa yang akan dilakukan oleh Foke untuk mengungguli perolehan suara Jokowi yang unggul 10% dengan perolehan suara yang dia capai? Sanggupkah Foke melawan Jokowi yang diback-up oleh relawan-relawan yang loyal mencitrakan Jokowi. Maaf mungkin bukan mencitrakan tetapi melanjutkan profile yang sesungguhnya sudah tercitrakan baik.
Percayakah anda kalau Jokowi tidak pernah korupsi? bahkan tidak menerima gajinya sebagai upah lelahnya memimpin kota Solo?. Jika itu benar, mungkin baru Jokowi satu-satunya tokoh pemimpin di negeri ini yang sama sekali tidak pernah korup. Penulis sangat yakin akan hal ini, hingga membuat penulis penasaran ingin jalan-jalan ke kota Solo sekedar menghilangkan kepenatan selama bekerja di Kota Jakarta yang memang kejam ini.
Belum pernah penulis mendapatkan broadcast bbm yang mencitrakan Foke itu baik. Sebaliknya segudang postingan, twit, status FB, hingga tulisan yang termuat di dunia maya kebanyakan mencitrakan Jokowi adalah orang baik. Hebatnya lagi rating 'JOKOWI' di mbah google mencapai19.700.000. Sedangkan Foke hanya mencapai 12.500.000. Ini bukti bahwa ternyata Jokowi tidak saja menjadi harapan warga Jakarta. tetapi sudah menjadi harapan masyarakat bangsa ini. Bahkan warga Solo tidak boleh lagi possesive dengan Jokowi. Karena Jokowi sudah menjadi 'milik' bangsa ini.
Singkatnya, masihkah kita akan memilih orang sudah GAGAL?
Tidakkah kita penasaran akan hasil sukses yang diraih oleh Jokowi di kota SOLO?
#Salam Menuju DKI 1, Esok!
Bagaimana dengan putaran ke dua?
Tidak lebih dari 24 jam lagi, diiringi turunya hujan perdana membasahai kota ini setelah musim kemarau yang sedikit agak panjang, warga DKI akan menentukan pilihan gubernurnya untuk memimpin DKI periode 2012-2017. Siapakah yang akan dipilih oleh warga DKI? Apakah yang lama akan mendapatkan kesempatan dua kali? Atau yang baru akan mendapatkan kesempatan perdana?
Bila kita flash back perjalanan kedua pasangan calon sejak putaran pertama hingga menjelang putaran ke dua besok, ke dua pasangan calon yang lolos ke putaran ke dua ini telah melakukan segala macam upaya untuk meraih kursi no 1 dan paling panas di Ibu kota ini. Mulai dari cara-cara yang konvensional hingga dengan cara-cara yang sangat kreatif dan inovatif. Mulai dari cara yang ideal hingga mungkin juga dengan cara yang curang bahkan melanggar hukum. Mulai dari cara-cara yang memang menarik simpati hingga dengan cara-cara yang sarat dengan intimidasi.
Lalu kira-kira siapa yang akan mencapai puncak piramid Kota ini? Atau mungkin pertanyaan yang lebih terurai adalah siapa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh DKI?. Pemimpin yang bagaimana yang sanggup membenahi kota yang semrawut ini?. Gubernur seperti apa yang mampu meredam 'kekejaman' Ibukota ini yang katanya lebih kejam dari ibu tiri.
Jakarta 25 tahun terakhir
Penulis bukanlah tim sukses, apalagi bagian dari salah satu calon tertentu. Penulis hanya seorang warga DKI yang sudah 25 tahun berdomisili dan berjibaku di Ibukota yang berantakan ini. Sejauh pengamatan penulis, sejak tahun 87 hingga sekarang kota ini berkembang sangat pesat tanpa kendali. Pembangunan seakan-akan saling berkejar-kejaran.
Kota ini bagai hutan beton, pori-pori tanahnya ditutup dengan pengerasan material kasar secara sporadis, hingga tidak ada lagi permukaan tanah yang dapat menyerap air, inilah penyebab utama banjir. Nyaris seluruh permukaan Kota ini tidak bisa lagi dirambati oleh akar tanaman. Sehingga air tidak lagi melintasi siklusnya.
Ruang terbuka hijau atau taman kota habis dijadikan bangunan pusat perbelanjaan. Tidak ada lagi taman-taman tempat yang nyaman untuk anak-anak bermain, tidak ada lagi udara segar yang dapat kita hirup saat bangun pagi. Pusat-pusat perbelanjaan, apartemen, gedung perkantoran, dan perumahan yg tidak memenuhi standart amdal, semuanya bertumbuh seperti jamur. Belum lagi permukiman liar yang tumbuh menjadi pemukiman kumuh.
Kota Jakarta ini tidak lagi manusiawi. Tidak ada lagi pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, tidak ada kemudahan akses fasilitas umum untuk penyandang cacat. Tidak ada lagi ruang yang nyaman untuk sekedar bercengkrama di ruang terbuka. Tidak ada lagi masyarakat yg peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kesemrawutan atau kesalahan pengelolaan membuat kota ini menjadi tidak teratur. Kemacetan tak terurai akibat pesatnya perkembangan kepemilikan kendaraan, jauh lebih cepat akselerasinya dibandingkan perkembangan fisik ruas jalan. Hingga volume kendaraan tidak dapat lagi ditanggung oleh volume jalan yang memang sangat terbatas.
Nampaknya semua gubernur yang pernah memimpin Kota ini hanya berorientasi kepada pengembangan secara fisik semata. Tidak ada pemimpin yang menata kota ini secara software, hingga membuat sistem yang sesungguhnya sebagai regulasi pengendalian pembangunan kota ini. Yang dikembangkan hanya fisiknya saja yang semakin berlapis-lapis bahkan menjulang tinggi menuju kaki langit.
Perilaku masyarakatnya pun berubah semakin oportunis, hubungan tatanan sosialnya berangsur surut atau mengalami proses degradasi. Dekadensi moralpun terasa seiring dengan semakin tingginya tingkat stressing kota ini. Polusi udara yang menebal, panas yang menyengat, air bersih yang sulit didapat, pengangguran yang semakin tinggi, urabanisasi yang juga tidak terkendali, hingga membuat kota gila ini semakin men'gila'politan (pelsetan megapolitan).
Mr. J or Mr. F?
Lalu siapakah yang lebih pantas mengelola Kota ini? Apakah masih kita serahkan kepada yang pengalaman mengelola kota Jakarta ini namun misorientasi? Atau kepada yang sesunggunya juga sudah pengalaman di kota lain dan berhasil mengelola kota tersebut menjadi kota idaman para turis lokal dan mancanegara?
Apakah persoalan kota ini dapat diatasi dengan emosional dan temperamen? Atau sesungguhnya kota keras ini harus dihadapi dengan kelembutan? Ya tentunya dengan kebijakan yang tegas. Sebab kota ini nampaknya harus dipimpin oleh seorang yang cerdas dan dapat menata kota ini dengan konsep yang manusiawi dan dengan cara yang humanis.
Jika kita lihat dari parameter perilaku saja, nampaknya kedua pasangan calon ini sangat bertolak belakang. Yang satu ramah dan santun yang satu malah suka marah-marah dan tendensius. Heheheh
Jika kita lihat dari prestasi memimpin? mmmm...Memang Solo adalah kota yang tidak besar dan cenderung homogen, penduduknya pun tidak lebih dari 1 juta. Mungkin tidak sulit bagi seorang Jokowi untuk membuat kota Solo menjadi kota yang arif dan lohjinawi. Bagaimana dengan Jakarta yang heterogen dan berpenduduk 9 Jt jiwa dengan segalam macam persoalan?
Lalu bagaimana dengan prestasi Foke selama memimpin Jakarta? Gubernur yang sudah memimpin DKI selama satu periode dan sebelumnya menjadi wakil Sutioso ternyata tidak berhasil membenahi dan menata kota ini menjadi baik. Padahal menurut pengakuan beliau katanya ahli di bidang ini (baca:penataan tata kota). Lagi-lagi karena berorientasi pada pembangunan fisik. Karena setiap proyek pembangunan fisik, seorang gubernur akan mendapatkan 'fee' atas peresetujuanya memberikan ijin pembangunan fisik di kota ini. Wow, apakah karena uang milayaran yang di depan mata mengucur begitu saja hingga Foke sulit merelakan lepasnya Jabatan DKI-1 tersebut? Hingga harus ngotot ingin mengalahkan Jokowi di putaran ke dua besok?
Jurus pamungkas apa yang akan dilakukan oleh Foke untuk mengungguli perolehan suara Jokowi yang unggul 10% dengan perolehan suara yang dia capai? Sanggupkah Foke melawan Jokowi yang diback-up oleh relawan-relawan yang loyal mencitrakan Jokowi. Maaf mungkin bukan mencitrakan tetapi melanjutkan profile yang sesungguhnya sudah tercitrakan baik.
Percayakah anda kalau Jokowi tidak pernah korupsi? bahkan tidak menerima gajinya sebagai upah lelahnya memimpin kota Solo?. Jika itu benar, mungkin baru Jokowi satu-satunya tokoh pemimpin di negeri ini yang sama sekali tidak pernah korup. Penulis sangat yakin akan hal ini, hingga membuat penulis penasaran ingin jalan-jalan ke kota Solo sekedar menghilangkan kepenatan selama bekerja di Kota Jakarta yang memang kejam ini.
Belum pernah penulis mendapatkan broadcast bbm yang mencitrakan Foke itu baik. Sebaliknya segudang postingan, twit, status FB, hingga tulisan yang termuat di dunia maya kebanyakan mencitrakan Jokowi adalah orang baik. Hebatnya lagi rating 'JOKOWI' di mbah google mencapai19.700.000. Sedangkan Foke hanya mencapai 12.500.000. Ini bukti bahwa ternyata Jokowi tidak saja menjadi harapan warga Jakarta. tetapi sudah menjadi harapan masyarakat bangsa ini. Bahkan warga Solo tidak boleh lagi possesive dengan Jokowi. Karena Jokowi sudah menjadi 'milik' bangsa ini.
Singkatnya, masihkah kita akan memilih orang sudah GAGAL?
Tidakkah kita penasaran akan hasil sukses yang diraih oleh Jokowi di kota SOLO?
#Salam Menuju DKI 1, Esok!
Saturday, 1 September 2012
BULE 'ndeso' YANG NASIONALIS
Singkat Tentang Coach Timo
Di lingkungan Sepak Bola Nasional siapa yang tidak mengenal Timo Scheunemann? (susah amat yah mengeja nama belakang orang ini?). Pria turunan darah asli Jerman ini, dilahirkan di Kediri, jawa Timur 29 November 1973. Coach Timo (CT), begitu beliau biasa dipanggil.
Timo tinggal di Dau, Kab. Malang bersama istrinya bernama Devi Scheunemann ia dikaruniai dua orang anak, Shania Cinta Scheunemann dan Brandon Marsel Sceunemann. Coah Timo juga mengajar di Wesley International School, yg berlokasi di Kota Malang. Coach Timo sangat gape berbahasa Indonesia dan tentunya bahasa Jawa, karena pernah tinggal di Kediri dan Malang waktu masa kecilnya.
Jadi Pemain Sepak Bola
Coach Timo memulai karier sepak bolanya sebagai pemain profesional di Master Mustangs College Klub,divisi I di amrik tahun '93. Tahun '97 ia masuk squad Persiba Balikpapan dalam mengarugi Liga Indonesia yang saat itu bernama LIGA KANSAS. Tahun '98 ia hijrah ke Singapur dan bergabung dengan klub Tampines Rovers. Tidak lama di Singapur, ia mengikuti tes di Eintracht Frankfurt dan Suttgarter Kickers serta FC Gillingham di Ingrris.
Jadi Pelatih Sepak Bola
Ia memulai karier kepelatihan di Los Angeles Soccer Club, Tim semi pro di Amrik, sebagai Asisten Satu sekaligus sebagai pemain. Lalu ia melatih di Wesley International Club dan Malang Football Club dengan menuai banyak prestasi.Pada tahun 2007 ia menjadi Penasehat Teknik tim Persikabo Batu.
Pada tahun 2008 ia dipercaya oleh PSSI menggarap timnas sepak bola putri untuk Sea Games 2008, Hanoi. Tahun 2010 ia dipercayai menukangi Persema Malang berlaga di Liga Super Indonesia pada musim 2010-2011. Di Persema ia merekrut pemain blasteran Indonesia-Belanda, Irfan Bachdim yang akhirnya dinaturalisasi menjadi punggawa Garuda.
Timo pernah menjabat sebagai Executive Officer Badan Timnas Indonesia pada bulan Mei-Juli 2010, selepas itu ia ditugasi sebagai Ketua scouting tim lawan untuk Badan Timnas Indonesia. Sekarang Timo menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI. Selain itu Timo sangat berjasa atas perkembangan sepak bola di Malang Raya dengan berdirinya Liga untuk usia remaja, dan merupakan bibit dari berdirinya organisasi sepak bola di Malang Raya (FORSMARRA).
Ia juga menulis buku tentang sepak bola, seperti Dasar-Dasar Sepak bola Modern, Futsal for Winner, dan 14 Ciri Sepak bola Modern. Serta memproduseri teknik-teknik sepak bola dan futsal, melalui audio-visual dalam bentuk kepingan CD.
Si Bule 'ndeso' membangun impian Negeri Garuda
Entah apa motivasi Coach Timo berkarir di Indonesia dimana sepak bolanya selalu saja mengalami kekisruhan dan tak pernah fokus membangun sepak bola yang visioner. Entah apa juga di pikiran seorang CT tidak mau meneruskan karirnya di benua biru yang jelas-jelas sepak bolanya mendominasi jagad sepak bola bumi. Sementara sepak bola negeri ini minim prestasi.
Apa yang dilihat CT dari Republik ini? Dimana sepak bolanya masih jauh dari harapan berprestasi. Sudah hampir seperempat milyar jumlah penduduk negeri ini, namun belum pernah lahir 11 pemain sepak bola yang tangguh, setidaknya untuk level benua Asia. Apa yang salah? Sementara publik negeri ini lebih banyak yang pesimis dengan masa depan sepak bola negeri ini, tidak bagi seorang CT.
CT optimis dengan masa depan sepak bola negeri ini jika dibina dengan metodologi berjenjang dan dilatih dengan konsep atau materi yang terpola berdasarkan kurikulum yang pas untuk atmosfer sepak bola negeri ini. Ia sangat yakin sepak bola negeri ini suatu saat akan bisa berbicara di tingkat internasional. Bukannya itu hanya akan menjadi bunga tidur ya coach Timo?
Ketika anak bangsa negeri ini lebih suka mencaci maki timnasnya atau pengurus sepak bolanya karena tak kunjung memberikan prestasi untuk negeri ini, CT bekerja keras tanpa pamrih memberikan waktu, tenaga dan pikiranya untuk membangun sepak bola negeri ini mulai dari tingkat usia belia. Dia memberikan totalitas yang tinggi mendidik anak-anak negeri ini untuk menjadi Garuda yang tangguh nantinya.
Apa yang sudah dikontribusikan oleh CT adalah bentuk dari sebuah kepedulian terhadap bangsa yang sepak bolanya tak kunjung membaik. Sementara para pengelola sepak bola negeri ini yang asli berdarah indonesia lebih sibuk menjadikan sepak bola tersebut sebagai komoditi politik semata atau sebagai alat pencitraan personal atau kelompok, CT lebih memilih menjadi pupuk di level gressroot. Sementara tidak sedikit juga yang mengkritisi kinerja CT yang dinilai terlalu memaksakan konsep sepak bola ala eropah atau jerman untuk diterapkan di Indonesia.
Melalui blog saya ini saya ingin menyampaikan ke publik bahwa apa yang dilakukan CT adalah sebuah pukulan keras buat kita sebagai anak bangsa yang mengaku bangga, mengaku nasionalis, dan mengaku cinta dan peduli terhadap sepak bola negeri ini. ini bukti bahwa CT lebih Nasionalis daripada kita yang berdarah asli Indonesia.
Di usia CT yang relatif masih sangat muda, beliau telah memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk membangun sepak bola negeri ini. Secara tidak langsung CT telah membangun atau mempertebal nasionalisme negeri ini. Sebab salah satu yang bisa membangkitkan nasionalisme anak bangsa ini adalah Sepak bola, walau masih banyak rakyat di negeri ini yang berpredikat sebagai pemburu kemengan alias glory hunter.
Kita berbondong-bondong datang ke stadion membela timnas dan bangga menyanyikan lagu Indonesia Raya hanya ketika timnas kita sedang di 'atas angin'. Sementara ketika tim garuda kita sedang terpuruk, jutaan caci maki bahkan lemparan botol atau bakar membakar menjadi bentuk ekspresi berlebihan dan terkesan over act sebagai bentuk kekecewaan atas kekalahan timnas.
Sementara di tengah-tengah keputusasaan bangsa ini akan prestasi timnas seniornya, CT dengan semangat yang tinggi tetap melakukan pembinaan sepak bola Indonesia ini di level gressroot. Dan membawa bibit muda negeri ini untuk mengikuti sepak bola usia dini di kancah internasional. Menurut beliau, banyak yang salah dengan pengelolaan sepak bola usia muda di negeri ini. Salah satunya adalah tidak adanya standarisasi baku sebagai pedoman untuk melatih gressroot.
Dan yang paling mengagumkan adalah, Coach Timo kembali merilis sebuah buku berjudul Kurikulum dan Pedoman Dasar Sepak Bola Indonesia untuk dibagikan secara gratis ke seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di permukaan negeri merah putih ini. Dengan dukungan responsif yang diberikan oleh Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI), CT merelakan bukunya tersebut disebarluaskan tanpa royalty. Para member FDSI pun bahu membahu mengumpulkan dana dari membernya yang aktif di jejaring sosial FB dan twitter dengan berbagai cara. Mulai dari lelang motor, jersey tim, donasi langsung, dll.
Salam Sepak Bola Nasional
#Pecinta Sepak Bola Nasional
Follow me @parto_bangun
Friday, 17 August 2012
67 TAHUN MENANTIKAN KEMERDEKAAN SESUNGGUHNYA
Refleksi 67 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Menoejoe Kemerdekaan
Doeloe sebeloem kemerdekaan RI tahoen '45, poetra-poetri bangsa ini berjoeang melawan pendjadjah oentoek mereboet tanah air ini dari tangan Belanda dan segera mewoejoedkan kemerdekaan jang oetoeh bagi seloeroeh rakjat.
Perjoeangan dilakoekan dengan patriotisme jang tinggi hingga titik darah penghabisan. Perlawanan merata ke seloeroeh pendjoeroe tanah air. Dari desa hingga ke kota, dari kalangan petani hingga kaoem cendekiawan terpelajar, dari berbagai soekoe dan agama. Seloeroeh rakjat bersatoe mengoesir pendjajah oentoek mengembalikan kedawlatan bangsa ini.
Akhirnya Repoeblik ini berdiri tegak pada tanggal 17 Agoetoes 1945 jang diproklamirkan oleh Boeng Karno atas desakan poetra dan poetri bangsa ini. Soekarno pun menjadi pemimpin Revolusi jang membawa bangsa ini menoejoe pintoe kemerdekaan.
Paska "Kemerdekaan"
Soekarno sebagai Pemimpin Pertama Republik ini menahkodai bangsa ini dengan semangat yang sangat revolusioner. Seluruh anak bangsa negeri inipun serta merta bahu membahu membenahi tatanan Republik ini walau masih harus berjuang melepaskan intervensi yang masih saja dilakukan oleh Belanda hingga beberapa tahun setelah kemerdekaan Republik ini dikumandangkan.
Tiba-tiba saja Republik ini kembali bertumapah darah pada tahun 1948. Namun bukan dalam rangka melawan penjajah, tetapi lebih tepat bila dibilang perang saudara. Perseteruan terjadi karena rivalitas kelompok kiri yang dipimpin Muso yang 'menuding' Pemerintahan Republik yang dipimpin Soekarno telah berkompromi dengan Amerika atau dipengaruhi oleh Amerika.
Pada era ini aksi saling menculik dan membunuh mulai terjadi, dan masing-masing pihak menyatakan, bahwa pihak lainlah yang memulai. Banyak reska perwira TNI, perwira polisi, pemimpin agama, pondok pesantren di Madiun dan sekitarnya yang diculik dan dibunuh. Namun tidak lama Muso dkk 'tumbang' oleh TNI di Madiun, hingga disebut Peristiwa Madiun. Baru setelah pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto peristiwa tersebut diganti namanya menjadi Pemberontakan PKI di Madiun.
Belum surut euforia kemerdekaan yang dirasakan bangsa ini selama dua dasawarsa, lagi-lagi Republik ini kembali bersimbah darah. Sejarah hitam kembali terjadi pada tahun 1965. Beberapa orang Jendral Petinggi TNI tewas dibunuh dengan keji, oleh siapa yah?. Sampai saat ini tidak jelas siapa yang menjadi otak atau sutradara di balik peristiwa tersebut. PKI? BOHONG!, penulis tidak percaya sama sekali.
Bannyak yang beranggapan peristiwa ini masih 'terkait' dengan Peristiwa Madiun 1948. Bukankah MUSO dan kelompoknya sudah lumpuh?. Jangan-jangan ada konspirasi tingat tingkat internasional yang tidak ingin paham komunis berkembang di Indoneia. Sebab saat itu PKI menjadi Partai terbesar dengan pendukung kelas proletariat yang menjadi musuh besar Kapitalisme Barat. PKI berkembang pesat di Indonesia. Terbukti pada Pemilu pertama tahun 1955, PKI mendulang suara 16% dari keseluruhan suara, menempati posisi ke empat. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di Konstituante.
Menjalani 'kemerdekaan'?
Sejarah telah diabu-abukan. Peristiwa tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab dengan jelas sampai sudah 67 tahun Republik ini katanya 'merdeka'. Betul kah?. Fakta yang nyata hanyalah bahwa setelah peristiwa G30S/? (baca: Gerakan Tiga Puluh September Tandan Tanya) tersebut, Soekarno 'dilengserkan' oleh kekuatan kelompok baru yang bermerek Orde Baru. Dengan menyebut Era Soekarno sebagai Orde Lama.
Betulkah Komunis menjadi brutal dan tidak manusiawi hingga melakukan aksi genosaid? Betulkah kaum proletar yang kebanyakan kelompok tani mampu melakukan tindakan-tindak sadism dengan melakukan serangkaian pembunuhan terencana dan terstruktur serta tersekenario dengan apik. Di sisi lain ada kecurigaan publik kalangan terpelajar bahwa ada intervensi USA melalui CIA ke Indonesia untuk menumpas aliansi rival besarnya di muka bumi ini yang bernama bangsa Uni Soviet?. Dimana ditenggarai bahwa Muso, Aidit dan seluruh kawan-kawan kiri berafiliasi ke komunis titisan Lenin tersebut.
Dengan 'menumbangkan' kedinastian Soekarno setelah dua dasawarsa memimpin Republik ini, akhirnya Soeharto si 'smiling jenderal' merebut atau mengambil alih atau melakukan junta atau apalah istilahnya, kekuasaan kemudian dikendalikan oleh Soeharto yang memanfaatkan Supersemar sebagai alasan untuk mengendalikan kondisi instabilitas yang terjadi di Republik ini.
Sandiwara babak Orde Baru dimulai
PKI tumpas oleh kekuatan militer yang nampaknya didukung oleh Amerika dan disertai hasutan kepada pengikut partai yang berbasis agama untuk menumpas faham komunis yang dinilai telah melakukan beberapa kali pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah? betulkah demikian?. Sejarah tersebut tetap saja menghitam hingga sekarang.
Seakan semua anak bangsa ini menjadi trauma dan 'mentabukan' walau sekedar ingin mengetahui peristiwa sesungguhnya.Sebab pemerintahan Orde Baru mampu 'menyulap' cerita '65 menjadi cerita yang mencuci otak generasi angkatan '70an bahkan hingga sekarang.
Soeharto mulai menahkodai Republik ini dari Sabang hingga Merauke, bahkan hingga merampas Timor Leste dari Portugal mulai tahun 1975.
Soeharto ternyata muncul menjadi sosok penguasa yang otoriter. Selama 32 tahun memimpin Republik ini, tidak boleh ada yang bisa membantah perintahnya yang bagai titah seorang raja. Kekuasaanya masif hingga ke seluruh tingkat hirarki birokrasi, bahkan parlemen sekalipun bisa dia 'pimpin' dengan tanpa ada perlawanan.
Berbagai peritiwa berdarah terjadi silih berganti di Republik ini di berbagai daerah. Mulai Peristiwa perebutan lahan atau tanah adat, peristiwa pemberangusan keyakinan-keyakinan lokal, pemberangusan kelompok-kelompok atau ormas-ormas kiri, pembredelan media-media kritis, penculikan mahasiswa dan aktivis-aktivis prodemokrasi, hingga pembunuhan-pembunuhan misterius yang terkadang kasusnya hanya melintas begitu saja tanpa ada kata keadilan.
Nyaris Seumur hidup
Presiden Soeharto tak tergantikan, semakin kokoh memang manakala Amerika selalu memback-up dengan jaminan investasi atau sokongan dana untuk pembangunan ekonomi dan pembangunan fisik Republik ini. Seluruh kelompok yang berlawanan dengan dia tidak berani melawan secara frontal, kalau masih ngeyel tak ada tawar menawar ya...MATI.
Bahkan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI yang dipimpin oleh putri Bung Karno, yaitu Megawati ditenggarai juga 'diobok-obok' oleh Soeharto. Dia beranggapan bahwa PDI telah menjadi tempat "berkembang biak" kelompok kiri yang semakin kuat dimana belakangan muncul kembali gerakan-gerakan yang cenderung menjadikan tokoh Soekarno sebagai simbol perlawanan kepada Soeharto dan berkembang di tubuh PDI. Kader Partai yang Pro Mega akhirnya mengganti nama Partai tersebut menjadi PDI Perjuangan setelah konflik 27 Juli 1996 di internal partai PDI.
Peristiwa 27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP PDI di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI. Peristiwa tersebut juga penuh muatan rekayasa politik.
Penindasan serta kesewenang-wenangan terus menjadi cerita kelam dan sandiwara yang selalu menakutkan untuk dibahas. Kisah buruh Marsinah yang tewas dibunuh dengan cara mengenaskan, kisah 'pencabutan nyawa' para aktivis kemanusiaan, pembunuhan kelompok separatis yang membangkang untuk menuntut kemerdekaaan terus berlanjut, namun tidak sekalipun menyurutkan nyali para kelompok kiri pro demokrasi untuk tetap melakukan perlawanan dengan berbagai macam cara.
Agitasi, propaganda, aksi-aksi demintrasi, hingga aksi protes turun ke jalan serta aksi kritik melalui media tulis, seni musik atau teaterikal kelompok seniman jalanan dan panggung. Kampus-kampus pun menjadi ruang yang tetap tidak 'aman' untuk melakukan konsolidasi kelompok diskusi.
Hingga pada akhirnya pada bulan Mei tahun 1998 dibarengi kondisi semakin terpuruknya ekonomi bangsa dan drastinya inflasi yang 'menukik' hingga ke level dimana rakyat di Republik ini semakin kelaparan. Gejolak gerakan rakyat dan mahasiswa tak terelakan lagi. Kemarahan rakyat mengkristal akibat kejenuhan yang telah 32 tahun mengekang bangsa ini untuk diam dan tak boleh melawan.
REFORMASI 1998, Soeharto tidak tumbang
Sebuah gerakan people power nyaris menjadi embrio revolusi memuncak setelah kerusuhan yang hampir terjadi di seluruh kota besar di Indonesia. Penjarahan besar-besaran oleh rakyat yang telah lapar, perampokan toko-toko dan pusat perbelanjaan, pemerkosaan dan pembunuhan etnis tionghoa terjadi akibat diskriminasi yang mengakibatkan kecemburuan sosial yang sangat timpang.
Tuntutan lengsernya Soeharto dengan jargon-jargon Gantung Soeharto (TUNGTO) dan REVOLUSI! menggema lantang dari 'toa-toa' korlap aksi-aksi kelompok dan elemen gerakan rakyat dan mahasiswa tak henti-hentinya turun ke jalan meninggalkan rumah dan kampus. Mahasiswa dan rakyat berhasil menduduki Gedung DPR/MPR beberapa hari sebelum Soeharto .
Soeharto akhirnya mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 atas desakan rakyat, mahasiswa dan pelajar, kemudian menyerahkan 'singgasana' kekuasaanya ke Habibie yang saat itu menjadi wakilnya. Euforia publik hingga harus menteskan banjiran air mata. Sorak sorai rakyat Indonesia bergemuruh ke seluruh penjuru tanah air. Seakan kemerdekaan sesungguhnya telah diraih karena ternyata selama 32 tahun negeri ini hanya merasakan kemerdekaan semu setelah lepas dari penjajahan Belanda.
Lalu kemudian Habibie menahkodai kapal yang nyaris 'karam' akibat goncangan badai dan gelombang keterpurukan ekonomi. Hingga Sidang Istimewa DPR berlangsung, ternyata kroni-kroni Soeharto masih 'tunduk' untuk menjalankan 'titah' sang Smiling Jendral. Berbagai manuver politik terus bergejolak dalam Sidang Istimewa. Ahirnya SI memutuskan untuk melakukan Pemilu Ulang yang akhirnya memilih Gusdur sebagai Presiden ke 4 Republik ini menggantikan Habibie
Gusdurpun tak bertahan lama, 2 tahun meminpin negeri ini Abdulrahman Wahid juga dilengserkan oleh lawan politiknya karena merasa kebijakan-kebijakan Gusdur yang tidak populis bahkan merugikan bagi partai-partai Islam. Dan yang terkesan lebih kontroversial ketika Gusdur berani membekukan Partai Golkar, partai besar yang 'diasuhan' Sohoerto selama 30 tahun lebih . Gusdurpun lengser walau dengan spekulasi mendekrit DPR. Konspirasi besar terjadi lintas partai.
Megawati selaku wakil lantas menggantikan Gusdur menjadi Presiden ke 5 RI hingga 2004. Namun pada Pemilu 2004, sistem demokrasi di Republik ini melakukan kemajuan satu langkah dengan memilih Presiden oleh masyarakat secara langsung. Tidak lagi di tingat parlement yang selama ini dinilai hanyalah merupakan "sandiwara rumah rakyat".
Pemilihan Presiden secara langsungpun dilakukan, tak dinaya Soesilo Bambang Yudoyono atau SBY yang pernah dipecat oleh Gusdur dari jabatannya sebagai Menteri Pertambangan dan Energy bersama Jusuf Kala memenangkan pertarungan melawan saingan kuatnya Megawati. Namun ada cerita yang ganjil, kematian Munir membuahkan tanda tanya bersar terkait kenaikan SBY menjadi Presiden RI sebagai calon dari militer. Seorang aktivis kemanusiaan tewas mengenaskan diracun saat terbang menuju Belanda dalam rangka menuntaskan study di Belanda. Ada apa dengan kematian Munir? Apa hubunganya dengan issue KONTRAS yang selalu mengangkat kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh militer atas kepentingan penguasa.
Begitu juga Pemilihan presiden 2009, Lagi-lagi SBY unggul telak atas saingan-sainganmya. SBY dengan 'obralan kharismanya' mampu memenangkan Pemilu dengan memboyong Boediono menjadi calon Wakil Presiden. Mengapa Budiono yah? Apakah ada kepentingan dibalik ini semua dimana Boediono tidak cukup populer di panggung politik namun menjadi pilihan SBY unt menjadi wakilnya. Seorang mantan Gubernur Bank Indonesia ini mampu mendongkrak eletabilitas pasangan SBY. Apanya yang lebih dari seorang Budiono? uangnya kah? memang Budiono kaya yah? Konon kabarnya kemenangan SBY dimodali oleh dana besar yang diplintir-plintir dari sebuah bank bermasalah. Uhhhffff.....Century kah?
Republik Korup
SBY hanya "bermanis mulut' untuk meberantas korupsi. Segudang kasus korupsi yang dilakukan oleh kader-kader partai-partai besar seperti Golkar dan Partai 'asuhanya' Demokrat tidak pernah tuntas. Segudang aset bangsa ini digerogoti oleh barisan-barisan elit 'didikan' dinasti Orde Baru. SBY adalah 'murid' Soeharto. Artinya secara tidak langsung elit-elit politik sekarang adalah 'ajaran' Soeharto.
SBY 'memelihara' banyak kader-kader korup. Semangat Reformasi semakin pudar, sistem tidak berubah, perilaku aparatur negara tidak ada ubahanya seperti jaman Orde Baru yang bermental korup. Semua lapisan hirarki birokrasi korup secara terang-terangan. Ekonomi bangsa ini semakin terpuruk. Anak bangsanya terbuai mimpi menjadi TKI di luar negeri hingga meninggalkan sawah, ladang dan ternaknya untuk mengadu nasib di negeri orang bahkan dianiaya dan tidak dibela oleh Pemimpin bangsanya.
Perkembangan ekonomi sesungguhnya semu. Rumah dan segala isinya, kendaraan roda empat dan roda dua yang kita miliki semuanya adalah hutang negara. Bumi dan segala isinya telah dimonopoli oleh investor-investor besar kelas internasional. Air bersihpun harus kita beli. Kita tidak bisa lagi mencipta, menjadi manja dengan membeli ini dan itu yang diimpor dari luar. Mental konsumtif menjadi budaya dan pada akhirnya kita akan menjadi budak di negeri sendiri.
Konflik sosial tetap mewarnai pelangi negeri ini. Proses demokrastisasi memakan biaya yang mahal dan korban nyawa yang sangat besar. Perbedaan selalu saja mengorbankan nyawa. Kekerasan masih menjadi penyelesaian suatu kasus. Premanisme dipelihara dan dijadikan alat untuk mewujudkan keinginan-keinginan atau kepentingan tingkat elit.
Lalu, pernah kah kita merasakan kemerdekaan yang sesungghunya? Setelah bangsa lain menjajah negeri ini secara langsung, kini bangsa ini dijajah oleh bangsanya sendiri yang juga diintervensi oleh bangsa lain. Dengan katai lain, bangsa Indonesia ini tetap terus terjajah. Namun kini bentuknya adalah penjajahan ekonomi. Kita tidak sadar, bahwa investasi besar-besaran atau intervensi ekonomi pasar bebas berdampak terhadap kedaulatan negeri ini. Bagaimana korelasinya?.
Analoginya sederhana saja....Bangsa ini bodoh di tengah luasnya lautan yang mengandung protein tinggi. Bangsa ini haus di tengah jutaan mata air dan derasnya air terjun serta banyaknya kubangan air tawar. Dan bangsa ini kelaparaan di tengah bentangan luasnya daratan subur.
Kmerdekaan yang utuh masih hanya sebatas impian
Selamat Ulang Tahun Tanah Tumpah Darahku yang ke 67.
Menoejoe Kemerdekaan
Doeloe sebeloem kemerdekaan RI tahoen '45, poetra-poetri bangsa ini berjoeang melawan pendjadjah oentoek mereboet tanah air ini dari tangan Belanda dan segera mewoejoedkan kemerdekaan jang oetoeh bagi seloeroeh rakjat.
Perjoeangan dilakoekan dengan patriotisme jang tinggi hingga titik darah penghabisan. Perlawanan merata ke seloeroeh pendjoeroe tanah air. Dari desa hingga ke kota, dari kalangan petani hingga kaoem cendekiawan terpelajar, dari berbagai soekoe dan agama. Seloeroeh rakjat bersatoe mengoesir pendjajah oentoek mengembalikan kedawlatan bangsa ini.
Akhirnya Repoeblik ini berdiri tegak pada tanggal 17 Agoetoes 1945 jang diproklamirkan oleh Boeng Karno atas desakan poetra dan poetri bangsa ini. Soekarno pun menjadi pemimpin Revolusi jang membawa bangsa ini menoejoe pintoe kemerdekaan.
Paska "Kemerdekaan"
Soekarno sebagai Pemimpin Pertama Republik ini menahkodai bangsa ini dengan semangat yang sangat revolusioner. Seluruh anak bangsa negeri inipun serta merta bahu membahu membenahi tatanan Republik ini walau masih harus berjuang melepaskan intervensi yang masih saja dilakukan oleh Belanda hingga beberapa tahun setelah kemerdekaan Republik ini dikumandangkan.
Tiba-tiba saja Republik ini kembali bertumapah darah pada tahun 1948. Namun bukan dalam rangka melawan penjajah, tetapi lebih tepat bila dibilang perang saudara. Perseteruan terjadi karena rivalitas kelompok kiri yang dipimpin Muso yang 'menuding' Pemerintahan Republik yang dipimpin Soekarno telah berkompromi dengan Amerika atau dipengaruhi oleh Amerika.
Pada era ini aksi saling menculik dan membunuh mulai terjadi, dan masing-masing pihak menyatakan, bahwa pihak lainlah yang memulai. Banyak reska perwira TNI, perwira polisi, pemimpin agama, pondok pesantren di Madiun dan sekitarnya yang diculik dan dibunuh. Namun tidak lama Muso dkk 'tumbang' oleh TNI di Madiun, hingga disebut Peristiwa Madiun. Baru setelah pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto peristiwa tersebut diganti namanya menjadi Pemberontakan PKI di Madiun.
Belum surut euforia kemerdekaan yang dirasakan bangsa ini selama dua dasawarsa, lagi-lagi Republik ini kembali bersimbah darah. Sejarah hitam kembali terjadi pada tahun 1965. Beberapa orang Jendral Petinggi TNI tewas dibunuh dengan keji, oleh siapa yah?. Sampai saat ini tidak jelas siapa yang menjadi otak atau sutradara di balik peristiwa tersebut. PKI? BOHONG!, penulis tidak percaya sama sekali.
Bannyak yang beranggapan peristiwa ini masih 'terkait' dengan Peristiwa Madiun 1948. Bukankah MUSO dan kelompoknya sudah lumpuh?. Jangan-jangan ada konspirasi tingat tingkat internasional yang tidak ingin paham komunis berkembang di Indoneia. Sebab saat itu PKI menjadi Partai terbesar dengan pendukung kelas proletariat yang menjadi musuh besar Kapitalisme Barat. PKI berkembang pesat di Indonesia. Terbukti pada Pemilu pertama tahun 1955, PKI mendulang suara 16% dari keseluruhan suara, menempati posisi ke empat. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di Konstituante.
Menjalani 'kemerdekaan'?
Sejarah telah diabu-abukan. Peristiwa tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab dengan jelas sampai sudah 67 tahun Republik ini katanya 'merdeka'. Betul kah?. Fakta yang nyata hanyalah bahwa setelah peristiwa G30S/? (baca: Gerakan Tiga Puluh September Tandan Tanya) tersebut, Soekarno 'dilengserkan' oleh kekuatan kelompok baru yang bermerek Orde Baru. Dengan menyebut Era Soekarno sebagai Orde Lama.
Betulkah Komunis menjadi brutal dan tidak manusiawi hingga melakukan aksi genosaid? Betulkah kaum proletar yang kebanyakan kelompok tani mampu melakukan tindakan-tindak sadism dengan melakukan serangkaian pembunuhan terencana dan terstruktur serta tersekenario dengan apik. Di sisi lain ada kecurigaan publik kalangan terpelajar bahwa ada intervensi USA melalui CIA ke Indonesia untuk menumpas aliansi rival besarnya di muka bumi ini yang bernama bangsa Uni Soviet?. Dimana ditenggarai bahwa Muso, Aidit dan seluruh kawan-kawan kiri berafiliasi ke komunis titisan Lenin tersebut.
Dengan 'menumbangkan' kedinastian Soekarno setelah dua dasawarsa memimpin Republik ini, akhirnya Soeharto si 'smiling jenderal' merebut atau mengambil alih atau melakukan junta atau apalah istilahnya, kekuasaan kemudian dikendalikan oleh Soeharto yang memanfaatkan Supersemar sebagai alasan untuk mengendalikan kondisi instabilitas yang terjadi di Republik ini.
Sandiwara babak Orde Baru dimulai
PKI tumpas oleh kekuatan militer yang nampaknya didukung oleh Amerika dan disertai hasutan kepada pengikut partai yang berbasis agama untuk menumpas faham komunis yang dinilai telah melakukan beberapa kali pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah? betulkah demikian?. Sejarah tersebut tetap saja menghitam hingga sekarang.
Seakan semua anak bangsa ini menjadi trauma dan 'mentabukan' walau sekedar ingin mengetahui peristiwa sesungguhnya.Sebab pemerintahan Orde Baru mampu 'menyulap' cerita '65 menjadi cerita yang mencuci otak generasi angkatan '70an bahkan hingga sekarang.
Soeharto mulai menahkodai Republik ini dari Sabang hingga Merauke, bahkan hingga merampas Timor Leste dari Portugal mulai tahun 1975.
Soeharto ternyata muncul menjadi sosok penguasa yang otoriter. Selama 32 tahun memimpin Republik ini, tidak boleh ada yang bisa membantah perintahnya yang bagai titah seorang raja. Kekuasaanya masif hingga ke seluruh tingkat hirarki birokrasi, bahkan parlemen sekalipun bisa dia 'pimpin' dengan tanpa ada perlawanan.
Berbagai peritiwa berdarah terjadi silih berganti di Republik ini di berbagai daerah. Mulai Peristiwa perebutan lahan atau tanah adat, peristiwa pemberangusan keyakinan-keyakinan lokal, pemberangusan kelompok-kelompok atau ormas-ormas kiri, pembredelan media-media kritis, penculikan mahasiswa dan aktivis-aktivis prodemokrasi, hingga pembunuhan-pembunuhan misterius yang terkadang kasusnya hanya melintas begitu saja tanpa ada kata keadilan.
Nyaris Seumur hidup
Presiden Soeharto tak tergantikan, semakin kokoh memang manakala Amerika selalu memback-up dengan jaminan investasi atau sokongan dana untuk pembangunan ekonomi dan pembangunan fisik Republik ini. Seluruh kelompok yang berlawanan dengan dia tidak berani melawan secara frontal, kalau masih ngeyel tak ada tawar menawar ya...MATI.
Bahkan Partai Demokrasi Indonesia atau PDI yang dipimpin oleh putri Bung Karno, yaitu Megawati ditenggarai juga 'diobok-obok' oleh Soeharto. Dia beranggapan bahwa PDI telah menjadi tempat "berkembang biak" kelompok kiri yang semakin kuat dimana belakangan muncul kembali gerakan-gerakan yang cenderung menjadikan tokoh Soekarno sebagai simbol perlawanan kepada Soeharto dan berkembang di tubuh PDI. Kader Partai yang Pro Mega akhirnya mengganti nama Partai tersebut menjadi PDI Perjuangan setelah konflik 27 Juli 1996 di internal partai PDI.
Peristiwa 27 Juli 1996 adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP PDI di Jl Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI. Peristiwa tersebut juga penuh muatan rekayasa politik.
Penindasan serta kesewenang-wenangan terus menjadi cerita kelam dan sandiwara yang selalu menakutkan untuk dibahas. Kisah buruh Marsinah yang tewas dibunuh dengan cara mengenaskan, kisah 'pencabutan nyawa' para aktivis kemanusiaan, pembunuhan kelompok separatis yang membangkang untuk menuntut kemerdekaaan terus berlanjut, namun tidak sekalipun menyurutkan nyali para kelompok kiri pro demokrasi untuk tetap melakukan perlawanan dengan berbagai macam cara.
Agitasi, propaganda, aksi-aksi demintrasi, hingga aksi protes turun ke jalan serta aksi kritik melalui media tulis, seni musik atau teaterikal kelompok seniman jalanan dan panggung. Kampus-kampus pun menjadi ruang yang tetap tidak 'aman' untuk melakukan konsolidasi kelompok diskusi.
Hingga pada akhirnya pada bulan Mei tahun 1998 dibarengi kondisi semakin terpuruknya ekonomi bangsa dan drastinya inflasi yang 'menukik' hingga ke level dimana rakyat di Republik ini semakin kelaparan. Gejolak gerakan rakyat dan mahasiswa tak terelakan lagi. Kemarahan rakyat mengkristal akibat kejenuhan yang telah 32 tahun mengekang bangsa ini untuk diam dan tak boleh melawan.
REFORMASI 1998, Soeharto tidak tumbang
Sebuah gerakan people power nyaris menjadi embrio revolusi memuncak setelah kerusuhan yang hampir terjadi di seluruh kota besar di Indonesia. Penjarahan besar-besaran oleh rakyat yang telah lapar, perampokan toko-toko dan pusat perbelanjaan, pemerkosaan dan pembunuhan etnis tionghoa terjadi akibat diskriminasi yang mengakibatkan kecemburuan sosial yang sangat timpang.
Tuntutan lengsernya Soeharto dengan jargon-jargon Gantung Soeharto (TUNGTO) dan REVOLUSI! menggema lantang dari 'toa-toa' korlap aksi-aksi kelompok dan elemen gerakan rakyat dan mahasiswa tak henti-hentinya turun ke jalan meninggalkan rumah dan kampus. Mahasiswa dan rakyat berhasil menduduki Gedung DPR/MPR beberapa hari sebelum Soeharto .
Soeharto akhirnya mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 atas desakan rakyat, mahasiswa dan pelajar, kemudian menyerahkan 'singgasana' kekuasaanya ke Habibie yang saat itu menjadi wakilnya. Euforia publik hingga harus menteskan banjiran air mata. Sorak sorai rakyat Indonesia bergemuruh ke seluruh penjuru tanah air. Seakan kemerdekaan sesungguhnya telah diraih karena ternyata selama 32 tahun negeri ini hanya merasakan kemerdekaan semu setelah lepas dari penjajahan Belanda.
Lalu kemudian Habibie menahkodai kapal yang nyaris 'karam' akibat goncangan badai dan gelombang keterpurukan ekonomi. Hingga Sidang Istimewa DPR berlangsung, ternyata kroni-kroni Soeharto masih 'tunduk' untuk menjalankan 'titah' sang Smiling Jendral. Berbagai manuver politik terus bergejolak dalam Sidang Istimewa. Ahirnya SI memutuskan untuk melakukan Pemilu Ulang yang akhirnya memilih Gusdur sebagai Presiden ke 4 Republik ini menggantikan Habibie
Gusdurpun tak bertahan lama, 2 tahun meminpin negeri ini Abdulrahman Wahid juga dilengserkan oleh lawan politiknya karena merasa kebijakan-kebijakan Gusdur yang tidak populis bahkan merugikan bagi partai-partai Islam. Dan yang terkesan lebih kontroversial ketika Gusdur berani membekukan Partai Golkar, partai besar yang 'diasuhan' Sohoerto selama 30 tahun lebih . Gusdurpun lengser walau dengan spekulasi mendekrit DPR. Konspirasi besar terjadi lintas partai.
Megawati selaku wakil lantas menggantikan Gusdur menjadi Presiden ke 5 RI hingga 2004. Namun pada Pemilu 2004, sistem demokrasi di Republik ini melakukan kemajuan satu langkah dengan memilih Presiden oleh masyarakat secara langsung. Tidak lagi di tingat parlement yang selama ini dinilai hanyalah merupakan "sandiwara rumah rakyat".
Pemilihan Presiden secara langsungpun dilakukan, tak dinaya Soesilo Bambang Yudoyono atau SBY yang pernah dipecat oleh Gusdur dari jabatannya sebagai Menteri Pertambangan dan Energy bersama Jusuf Kala memenangkan pertarungan melawan saingan kuatnya Megawati. Namun ada cerita yang ganjil, kematian Munir membuahkan tanda tanya bersar terkait kenaikan SBY menjadi Presiden RI sebagai calon dari militer. Seorang aktivis kemanusiaan tewas mengenaskan diracun saat terbang menuju Belanda dalam rangka menuntaskan study di Belanda. Ada apa dengan kematian Munir? Apa hubunganya dengan issue KONTRAS yang selalu mengangkat kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh militer atas kepentingan penguasa.
Begitu juga Pemilihan presiden 2009, Lagi-lagi SBY unggul telak atas saingan-sainganmya. SBY dengan 'obralan kharismanya' mampu memenangkan Pemilu dengan memboyong Boediono menjadi calon Wakil Presiden. Mengapa Budiono yah? Apakah ada kepentingan dibalik ini semua dimana Boediono tidak cukup populer di panggung politik namun menjadi pilihan SBY unt menjadi wakilnya. Seorang mantan Gubernur Bank Indonesia ini mampu mendongkrak eletabilitas pasangan SBY. Apanya yang lebih dari seorang Budiono? uangnya kah? memang Budiono kaya yah? Konon kabarnya kemenangan SBY dimodali oleh dana besar yang diplintir-plintir dari sebuah bank bermasalah. Uhhhffff.....Century kah?
Republik Korup
SBY hanya "bermanis mulut' untuk meberantas korupsi. Segudang kasus korupsi yang dilakukan oleh kader-kader partai-partai besar seperti Golkar dan Partai 'asuhanya' Demokrat tidak pernah tuntas. Segudang aset bangsa ini digerogoti oleh barisan-barisan elit 'didikan' dinasti Orde Baru. SBY adalah 'murid' Soeharto. Artinya secara tidak langsung elit-elit politik sekarang adalah 'ajaran' Soeharto.
SBY 'memelihara' banyak kader-kader korup. Semangat Reformasi semakin pudar, sistem tidak berubah, perilaku aparatur negara tidak ada ubahanya seperti jaman Orde Baru yang bermental korup. Semua lapisan hirarki birokrasi korup secara terang-terangan. Ekonomi bangsa ini semakin terpuruk. Anak bangsanya terbuai mimpi menjadi TKI di luar negeri hingga meninggalkan sawah, ladang dan ternaknya untuk mengadu nasib di negeri orang bahkan dianiaya dan tidak dibela oleh Pemimpin bangsanya.
Perkembangan ekonomi sesungguhnya semu. Rumah dan segala isinya, kendaraan roda empat dan roda dua yang kita miliki semuanya adalah hutang negara. Bumi dan segala isinya telah dimonopoli oleh investor-investor besar kelas internasional. Air bersihpun harus kita beli. Kita tidak bisa lagi mencipta, menjadi manja dengan membeli ini dan itu yang diimpor dari luar. Mental konsumtif menjadi budaya dan pada akhirnya kita akan menjadi budak di negeri sendiri.
Konflik sosial tetap mewarnai pelangi negeri ini. Proses demokrastisasi memakan biaya yang mahal dan korban nyawa yang sangat besar. Perbedaan selalu saja mengorbankan nyawa. Kekerasan masih menjadi penyelesaian suatu kasus. Premanisme dipelihara dan dijadikan alat untuk mewujudkan keinginan-keinginan atau kepentingan tingkat elit.
Lalu, pernah kah kita merasakan kemerdekaan yang sesungghunya? Setelah bangsa lain menjajah negeri ini secara langsung, kini bangsa ini dijajah oleh bangsanya sendiri yang juga diintervensi oleh bangsa lain. Dengan katai lain, bangsa Indonesia ini tetap terus terjajah. Namun kini bentuknya adalah penjajahan ekonomi. Kita tidak sadar, bahwa investasi besar-besaran atau intervensi ekonomi pasar bebas berdampak terhadap kedaulatan negeri ini. Bagaimana korelasinya?.
Analoginya sederhana saja....Bangsa ini bodoh di tengah luasnya lautan yang mengandung protein tinggi. Bangsa ini haus di tengah jutaan mata air dan derasnya air terjun serta banyaknya kubangan air tawar. Dan bangsa ini kelaparaan di tengah bentangan luasnya daratan subur.
Kmerdekaan yang utuh masih hanya sebatas impian
Selamat Ulang Tahun Tanah Tumpah Darahku yang ke 67.
Tuesday, 14 August 2012
SERBET ITU BERMOTIF KOTAK-KOTAK
Simple namun sangat bermanfaat
Tau serbetkan?
Itu loh...sepotong kain yang biasanya berfungsi sebagai kain lap. Bentuknya sangat sederhana, ukuranya paling kira-kira 30 x 30 cm. Benda ini biasanya dipakai untuk mengelap tangan setelah kita selesai mencuci tangan sehabis makan pakai tangan atau tanpa menggunakan sendok.
Benda ini biasanya ada di sekitar dapur atau di atas meja makan atau digantung di dekat wastafel tempat mencuci tangan.
Selain untuk mengelap tangan, serbet atau kain lap ini biasanya juga digunakan untuk mengelap meja makan yang kotor setelah habis makan. Terkadang serbet juga digunakan untuk mengelap perabotan rumah tangga. kain lap ini juga sering digunakan untuk mengelap piring dan gelas agar cepat kering setelah dicuci. Sebab kain lap ini begitu menyerap.
Kain lap ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehar-hari. Kain serbet biasanya sangat melekat dengan sosok seorang pelayan. Pelayan di rumah, pelayan di restoran, atau pelayan di kantor, Kain ini tergolong kain yang sangat sederhana, artinya secara harga tentunya tidak mahal. Kain ini sangat murah, namun fungsinya sangat besar, tidak semurah harganya. Kain ini mampu membersihkan kotoran, artinya kain ini sangat membantu kegiatan kita sehari-hari untuk menjaga kesehatan kita karena kotoran tentunya dapat menimbulkan penyakit.
Kain serbet yang sangat sedarha itu biasanya bermotif kotak-kota, warnanyapun berfariasi; ada yang merah, biru, hijau, abu-abu dan hitam....
Muncul pertanyaa dalam benak penulis....
Kenapa yah motifnya selalu kotak-kotak?
Hebatnya lagi sekalipun kain lap ini sudah berkali-kali digunakan hingga dekil bahkan nyaris menghitam akibat kotoran, namun jika dicuci kembali, warnanya mungkin memudar namun motifnya tetap saja kotak-kotak.
Ada apa yah dengan KOTAK-KOTAK?
Ada gak sih hubungan serbet dengan kemeja motif kotak-kotak yang digunakan pasangan Jokowi-Ahok sebagai 'indentitas' dirinya dalam rangka mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI periode 2012-2017?
Jika memang ada hubunganya. Penulis menilai gagasan ini sangat luar biasa.
Atau jangan-jangan filosofinya memang berasal dari kesedarhaan dari serbet tersebut. Jika memang benar adanya, pilihan ini sangat brilliant.
Jokowi-Ahok adalah pelayan rakyat
Tim sukses Jokowi-Ahok sangat cerdas memilih motif ini menjadi 'baju seragam' pasangan yang mereka calonkan. Semangat yang mereka usung sangat persis jika dianalogikan dengan kain sederhana yang bermotif kotak-kotak tersebut; bahwa....
Jokowi-Ahok muncul menjadi sosok 'kain lap' yang sesuai dengan fungsinya diharapkan dapat membersihkan yang 'kotor-kotor' di negeri ini khususnya di Jakarta.
Jokowi dengan sosoknya yang memang sangat sederhana, namun mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini mengotori Republik ini.
Beliaupun sangat mengayomi rakyat yang dipimpinya. Dia mampu menyerap aspirasi rakyatnya seperti kemampuan kain katun serbet tadi menyerap air.
Kemudian beliau juga menjadi pemimpin yang sangat ideal, dimana pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang sekaligus bisa menjadi pelayan bagi mayarakat yang dia pimpin. Jokowi memiliki kapasitas ini. Beliau mau melayani masyarakatnya sampai persoalan yang paling sederhana sekalipun.
Salam KOTAK-KOTAK
Thursday, 26 July 2012
"TIKUS GOT" MENGGEROGOTI PSSI?
Mau nyoba "stand
up comedy" ah...
Biasa deh kebetulan bulan Ramadhan,...enaknye bahas makanan nih (nah loh...bukanya malah bikin ngiler yah?). Tapi sebetulnya yang mau saya bahas bukan soal makanan juga sih. Sekedar buat prolog aja sih tuh makanan heheh.
Jadi gini.....
Biasanya kan kalau bulan puasa tuh, tukang jajanan atau pedagang reguler (jiah....pake istilah aneh lagi, apaan tuh maksudnya pedagang reguler?). Kan banyak yg mulai gak jualan tuh pedagang yang sehari-harinya berjualan, ya...selain karena puasa sehingga sepi pembeli juga karena dalam rangka persiapan lebaran, jadi banyak deh tuh tukang dagangan gerobak yang nyolong start mudik. Daripada mudik berdempetan menjelang hari H, repot!
Teman-teman pembaca, pernah ke GBK gak kalau bulan puasa?
Coba deh perhatikan...!
Nah berhubung bulan ramadhan atau bulan puasa, sebagian pedagang gerobak kali lima yang di sekitaran GBK berkurang.
Apalagi yang biasanya mangkal di taman seberang kantor PSSI agak ke arah kanan kalau kita keluar dari kantor PSSI yang sah itu loh, bukan yang KPSSI yah?
"eh S nya 1 atau 2 sih? oh iya S nya 1....KPSI.
Komite "Penyelamat" Sepak Bola Indonesia. Kalau gk salah sih begitu singkatanya yah?
Kok malah ngelantur ke KPSI sih? orang bahas makanan kok.
Nah balik lagi soal makanan,
"eh....kok makanan sih? emang tadi kita bahas makanan yah?
Apa sih nih judul tulisan? kok bulan puasa malah ngomongin makanan sih?"
"Tadi kan bahas pedagang".
"oh iya,....". Lanjut.....
Nah pedagang-pedagang gerobakan yang dekat Kantor PSSI resmi itu, sebagian memilih buka sore menjelang magrib sambil menunggu warga yang biasa berolah raga sore hari dan menunggu atlit-atlit yg beraktifitas sore di sekitaran GBK.
Namun sebagian pedagang seperti tukang soto, tukang ketoprak, tukang sate dan tukang nasi goreng lebih memilih mudik dini. Karena mereka masuk kategori pedagang makan besar, lebih sepi pembeli.
Nah kalau istilah makanan kecil, kan ada tuh...Emang ada yah makan sedang?
"makanan lagi....jadi laper, nih".
Balik lagi ke soal tukang dagang.
"Makin ngaco aja nih tulisan.
Asli.... kapan nyambungnya nih cerita sama judul??? mancing-mancing soal makana terus".
Tapi sebagian pedagang minuman botol masih banyak yang menggelar daganganya....orang buka lebih memilih minum dari pada makan besar. Ya paling ada deh beberapa pedagang cemilan seperti gorengan, somay dll yg masih tetep mangkal dan berjualan.
"Kan gak semua orang juga yang puasa"
Lanjut.....
Nah,....kalau pembeli sepi, ya pedagang juga sedikit, ya....kalau pedagang sedikit yang makan juga sedikit toh? Kalau yang makan sedikit, tentunya...sampah makananya sedikit toh? ya gak?
"eh....
temen-temen pembaca pernah jajan di sekitaran taman GBK kan?
pernah ke GBK kan?
pernah nonton timnas kan? pernah gak sih?"
Kalau temen-temen pernah jajan di sekitar taman yang melingkari GBK berarti temen-temen pernah nonton timnas. Kalau temen-temen nonton timnas, yg pada bawa motor pada parkir dimanapun sekitaran GBK ya paling bayar 1.000 ruupiah kan?. Kalaupun ada parkiran liar namun terjamin keamananya ya paling 3.000 perak toh?. Tapi ngomong2 katanya di RIAU harga parkiran motornya 5.000 rupiah loh.
Terus temen-temen yang pernah nonton timnas selain di GBK-Jakarta, pasti tau dan pernah ditawari tiket sama calo, ya kan? Tau kan calo? Semua stadion yang menggelar perhelatanm timnas pasti ada calo. ya kan?
Calo juga ada 2 macam loh, jenis yang pertama calo gak resmi dengan tiket asli tetapi dijual di atas harga yang tertera. Ya tentunya lebih mahal. Ada juga calo resmi dengan tiket asli darga sesuai yang tertera. tetapi kertas karcisnya gak kena 'coblos' pajak.Asli tapi.....gak sah gitu deh!
"Nah loh, apalagi tuh masudnya tiket asli tapi gk sah?"
"Terus apa juga hubungan nonton timnas dengan urusan jajanan atau makanan dan korelasinya ke PSSI?"
ngelantur-lantur lagi ke parkiran, tiket, jauh banget lagi pake ngebahas RIAU segala lagi. Emang ada apa di RIAU? Oh....U22?
Ngelantur....kita balik lagi deh tadi bahas...apa yah?
"makan....!, jiaaaah makan lagi..."
pernah gak merhatiin waktu jajan di sekitaran taman seberang kantor PSSI yang resmi itu loh bukan yang KPSI itu loh?
"eh....kok balik lagi bahas PSSI sih?"
"makanan!"
Nah, gini deh....kan kalau tukang jajanan sedikit, yang makan sedikit ya akhirnya sampah makananpun jadi sedikit.
terus.......
Pernah gak merhatiin tikus-tikus yang berkeliaran di sekitaran saluran air taman itu, persis di tempat jual jajanan itu. Di situ ada berkeliaran TIKUS GOT yang selalu berseliweran ngorekin sampah, memakan sisa-sisa makanan buangan dari pembeli.
Nah,....
eng ing eng....diiringi sound back (emang seru?)
Sekarang....tuh TIKUS GOT gak dapat makanan lagi di taman, akibat sepinya tukang dagangan yang berjualan di bulan suci ini.
"Jiaaaah, sok relijius yah penulis pake bahasa suci segala lagi".
Nah....
Kemana dong tuh si TIKUS GOT cari makan? mau ikutan puasa?
Mau makan rumput? emang TIKUS GOT mau vegetarian?
Diet? .
Waduh....jangan sampe deh tuh perut menyusut. Perut TIKUS GOT mesti rada buncit supaya kelihatan 'berwibawa'.
Jangan-jangan tuh TIKUS GOT masuk kantor PSSI dan "menggerogoti" jeroan di PSSI.
Nah loh, eng ing eng......
Temen-temen tau kan, kalau biasanya dipemberitaan media...kalau masih diduga biasanya sih masih di singkat yah namanya atau inisial,...berarti jika judul cerita di atas dimuat jadi title headline news. Tentunya judulnya akan menjadi.....DIDUGA TG MENGGEROGOTI PSSI
Salam Sepak Bola Nasional.
Biasa deh kebetulan bulan Ramadhan,...enaknye bahas makanan nih (nah loh...bukanya malah bikin ngiler yah?). Tapi sebetulnya yang mau saya bahas bukan soal makanan juga sih. Sekedar buat prolog aja sih tuh makanan heheh.
Jadi gini.....
Biasanya kan kalau bulan puasa tuh, tukang jajanan atau pedagang reguler (jiah....pake istilah aneh lagi, apaan tuh maksudnya pedagang reguler?). Kan banyak yg mulai gak jualan tuh pedagang yang sehari-harinya berjualan, ya...selain karena puasa sehingga sepi pembeli juga karena dalam rangka persiapan lebaran, jadi banyak deh tuh tukang dagangan gerobak yang nyolong start mudik. Daripada mudik berdempetan menjelang hari H, repot!
Teman-teman pembaca, pernah ke GBK gak kalau bulan puasa?
Coba deh perhatikan...!
Nah berhubung bulan ramadhan atau bulan puasa, sebagian pedagang gerobak kali lima yang di sekitaran GBK berkurang.
Apalagi yang biasanya mangkal di taman seberang kantor PSSI agak ke arah kanan kalau kita keluar dari kantor PSSI yang sah itu loh, bukan yang KPSSI yah?
"eh S nya 1 atau 2 sih? oh iya S nya 1....KPSI.
Komite "Penyelamat" Sepak Bola Indonesia. Kalau gk salah sih begitu singkatanya yah?
Kok malah ngelantur ke KPSI sih? orang bahas makanan kok.
Nah balik lagi soal makanan,
"eh....kok makanan sih? emang tadi kita bahas makanan yah?
Apa sih nih judul tulisan? kok bulan puasa malah ngomongin makanan sih?"
"Tadi kan bahas pedagang".
"oh iya,....". Lanjut.....
Nah pedagang-pedagang gerobakan yang dekat Kantor PSSI resmi itu, sebagian memilih buka sore menjelang magrib sambil menunggu warga yang biasa berolah raga sore hari dan menunggu atlit-atlit yg beraktifitas sore di sekitaran GBK.
Namun sebagian pedagang seperti tukang soto, tukang ketoprak, tukang sate dan tukang nasi goreng lebih memilih mudik dini. Karena mereka masuk kategori pedagang makan besar, lebih sepi pembeli.
Nah kalau istilah makanan kecil, kan ada tuh...Emang ada yah makan sedang?
"makanan lagi....jadi laper, nih".
Balik lagi ke soal tukang dagang.
"Makin ngaco aja nih tulisan.
Asli.... kapan nyambungnya nih cerita sama judul??? mancing-mancing soal makana terus".
Tapi sebagian pedagang minuman botol masih banyak yang menggelar daganganya....orang buka lebih memilih minum dari pada makan besar. Ya paling ada deh beberapa pedagang cemilan seperti gorengan, somay dll yg masih tetep mangkal dan berjualan.
"Kan gak semua orang juga yang puasa"
Lanjut.....
Nah,....kalau pembeli sepi, ya pedagang juga sedikit, ya....kalau pedagang sedikit yang makan juga sedikit toh? Kalau yang makan sedikit, tentunya...sampah makananya sedikit toh? ya gak?
"eh....
temen-temen pembaca pernah jajan di sekitaran taman GBK kan?
pernah ke GBK kan?
pernah nonton timnas kan? pernah gak sih?"
Kalau temen-temen pernah jajan di sekitar taman yang melingkari GBK berarti temen-temen pernah nonton timnas. Kalau temen-temen nonton timnas, yg pada bawa motor pada parkir dimanapun sekitaran GBK ya paling bayar 1.000 ruupiah kan?. Kalaupun ada parkiran liar namun terjamin keamananya ya paling 3.000 perak toh?. Tapi ngomong2 katanya di RIAU harga parkiran motornya 5.000 rupiah loh.
Terus temen-temen yang pernah nonton timnas selain di GBK-Jakarta, pasti tau dan pernah ditawari tiket sama calo, ya kan? Tau kan calo? Semua stadion yang menggelar perhelatanm timnas pasti ada calo. ya kan?
Calo juga ada 2 macam loh, jenis yang pertama calo gak resmi dengan tiket asli tetapi dijual di atas harga yang tertera. Ya tentunya lebih mahal. Ada juga calo resmi dengan tiket asli darga sesuai yang tertera. tetapi kertas karcisnya gak kena 'coblos' pajak.Asli tapi.....gak sah gitu deh!
"Nah loh, apalagi tuh masudnya tiket asli tapi gk sah?"
"Terus apa juga hubungan nonton timnas dengan urusan jajanan atau makanan dan korelasinya ke PSSI?"
ngelantur-lantur lagi ke parkiran, tiket, jauh banget lagi pake ngebahas RIAU segala lagi. Emang ada apa di RIAU? Oh....U22?
Ngelantur....kita balik lagi deh tadi bahas...apa yah?
"makan....!, jiaaaah makan lagi..."
pernah gak merhatiin waktu jajan di sekitaran taman seberang kantor PSSI yang resmi itu loh bukan yang KPSI itu loh?
"eh....kok balik lagi bahas PSSI sih?"
"makanan!"
Nah, gini deh....kan kalau tukang jajanan sedikit, yang makan sedikit ya akhirnya sampah makananpun jadi sedikit.
terus.......
Pernah gak merhatiin tikus-tikus yang berkeliaran di sekitaran saluran air taman itu, persis di tempat jual jajanan itu. Di situ ada berkeliaran TIKUS GOT yang selalu berseliweran ngorekin sampah, memakan sisa-sisa makanan buangan dari pembeli.
Nah,....
eng ing eng....diiringi sound back (emang seru?)
Sekarang....tuh TIKUS GOT gak dapat makanan lagi di taman, akibat sepinya tukang dagangan yang berjualan di bulan suci ini.
"Jiaaaah, sok relijius yah penulis pake bahasa suci segala lagi".
Nah....
Kemana dong tuh si TIKUS GOT cari makan? mau ikutan puasa?
Mau makan rumput? emang TIKUS GOT mau vegetarian?
Diet? .
Waduh....jangan sampe deh tuh perut menyusut. Perut TIKUS GOT mesti rada buncit supaya kelihatan 'berwibawa'.
Jangan-jangan tuh TIKUS GOT masuk kantor PSSI dan "menggerogoti" jeroan di PSSI.
Nah loh, eng ing eng......
Temen-temen tau kan, kalau biasanya dipemberitaan media...kalau masih diduga biasanya sih masih di singkat yah namanya atau inisial,...berarti jika judul cerita di atas dimuat jadi title headline news. Tentunya judulnya akan menjadi.....DIDUGA TG MENGGEROGOTI PSSI
Salam Sepak Bola Nasional.
Wednesday, 25 July 2012
BANGSAKU MELACUR
Selamat pagi bangsaku yang hampir terpuruk
Aset-aset strategis dan vital milik bangsa ini sudah hampir semua dimiliki oleh asing. Kepemilikan aset tersebut 'ugal-ugalan' atau sporadis berpindah tangan; migas, batubara, emas, kekayaan laut, hutan, dan hampir seluruh isi bumi merah putih ini. Hingga perbankan kelas 'gajah' milik asing menjamur di negeri ini. Uhhhfff.....Bangsaku lama-lama akan menjual diri alias melacur. Kedaulatan bangsa ini nyaris kopong. Liberalisasi bangsat!!!
Dimana jiwa kebangsaan pengelola negeri ini???
Dimana nasionalisme pemimpin bangsa ini???
Dimana kedaulatan bangsa ini???
Tidak perlu lagi pengaturan regulasi membatasi saham asing untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini.
Sudah terlambat....!!!
Bangsa ini terlanjur dilacurkan oleh pengelola Republik yang tamak ini.
Saatnya menghentikan Investasi Asing. Kekayaan bumi dan sejuta pesona keindahan Republik ini sesungguhnya sangat teramat berlebihan untuk menghidupi bangsa ini. Tidak perlu harus mengemis ke investor asing untuk menyelamatkan stabilitas ekonomi negeri ini. Berdayakan Investasi lokal. Bangun mental usaha, bukan mental pekerja. Ironisnya lagi lumbung sumber pangan (baca:sawah) ditinggalkan anak bangsanya untuk menjadi budak di negeri orang.
Sadarkah kita telah dilacurkan?
Aset-aset strategis dan vital milik bangsa ini sudah hampir semua dimiliki oleh asing. Kepemilikan aset tersebut 'ugal-ugalan' atau sporadis berpindah tangan; migas, batubara, emas, kekayaan laut, hutan, dan hampir seluruh isi bumi merah putih ini. Hingga perbankan kelas 'gajah' milik asing menjamur di negeri ini. Uhhhfff.....Bangsaku lama-lama akan menjual diri alias melacur. Kedaulatan bangsa ini nyaris kopong. Liberalisasi bangsat!!!
Dimana jiwa kebangsaan pengelola negeri ini???
Dimana nasionalisme pemimpin bangsa ini???
Dimana kedaulatan bangsa ini???
Tidak perlu lagi pengaturan regulasi membatasi saham asing untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini.
Sudah terlambat....!!!
Bangsa ini terlanjur dilacurkan oleh pengelola Republik yang tamak ini.
Saatnya menghentikan Investasi Asing. Kekayaan bumi dan sejuta pesona keindahan Republik ini sesungguhnya sangat teramat berlebihan untuk menghidupi bangsa ini. Tidak perlu harus mengemis ke investor asing untuk menyelamatkan stabilitas ekonomi negeri ini. Berdayakan Investasi lokal. Bangun mental usaha, bukan mental pekerja. Ironisnya lagi lumbung sumber pangan (baca:sawah) ditinggalkan anak bangsanya untuk menjadi budak di negeri orang.
Sadarkah kita telah dilacurkan?
Saturday, 21 July 2012
Mereka yang GILA atau kita yang TIDAK WARAS?
Di sekitar kita......
Kita pasti sering bertemu dengan sosok manusia yang kotor, dekil, kucel, bau.
Yang jelas tidak pernah mandi.
Baju compang camping nyaris hampir tak terlihat warna aslinya, atau...
Terkadang tidak memakai sehelai benangpun alias telanjang.
Sosok ini sering kita jumpai di mana saja
di pasar-pasar
di keramaian
di tepi jalan
di kolong jembatan
di sudut-sudut kota
Sosok ini kerap sekali kita jumpai dalam kehidupan kita berkegiatan di luar lingkungan rumah.
Ada yang kerjanya hanya mondar-mandir atau berjalan menusuri tepi jalan
Ada juga yang suka mengorek-mengorek sampah jika sedang lapar
Ada juga yang berharap belas kasihan dari orang-orang yang merasa WARAS
Ada juga yang bahkan suka mengganggu.
Apakah kita merasa terganggu? walau sesungguhnya dia tidak menggangu kita?
Sadarkah kita, bahwa sosok yang selama ini disebut orang GILA juga punya hak?
Hak untuk tetap diakui sebagai manusia.
Hak untuk dilepaskan dari berbagai tekanan
Hak untuk dipelihara
Hak untuk kembali waras
Mestinya dia mendapatkan perhatian dan perlindungan dari pemerintah.
Bukankah di undang-undang ditorehkan
"Fakir miskin dan orang-orang terlantar dipelihara oleh negara?"
Lalu mengapa mereka terlantar?
Ternyata mereka benar-benar "dipelihara" untuk tetap terlantar.
Sebenarnya mereka tanggung jawab siapa?
Bukankah dia punya keluarga? Atau jangan-jangan dia masih sedarah dengan kita.
Mengapa mereka diterlantarkan?
Bisa gak kita bayangkan......
Saat kita tidur nyenyak di atas spring bed
Dia masih berebut lapak emperan toko untuk beristirahat
Saat kita sedang bermimpi indah?
Dia masih sibuk mencari kardus untuk alas tidurnya
Saat kita dibalut hangatnya bed cover
Dia sibuk mengusir nyamuk berselimutkan angin malam
Saat kita merasakan sejuknya AC yang sesungguhnya merusak ozon
Dia menggigil karena embun malam
Saat kita sedang asyik ngilerin bantal
Dia membantalkan telapak tanganya.
Saat kita bangun pagi dan disuguhkan segelas susu oleh pembantu
Dia terjaga oleh siraman air pemilik toko.
Sampai kapan dia akan terus terlantar?
Sampai kapan kita TIDAK WARAS?
Friday, 20 July 2012
Mas Joko dan Ko Ahok, nama saya Partoba
Hei Jawa, hei Cina...saya orang Batak.
Tahukah kalian, bahwa....
Pelangi itu indah, warna-warninya adalah simbol keanekaan.
Beraneka itu berarti berbeda-beda, bermacam-macam
Dan karena kata perbedaan itulah antonim persatuan.
Dan kesatuan adalah energi.
Bangsa kita ini sesungguhnya memiliki energi yang sangat besar. Bukan saja energi yang berasal dari kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Tetapi bangsa ini juga memiliki energy sumber daya manusia yang jumlahnya sangat banyak
Energy yang lain juga melimpah-limpah. Seperti harta alam yang terkandung
di bawah tanahnya,
di belantara luasnya hutan tropisnya,
di bentangan bahari lautanya,
di bawah garis khatulistiwanya,
di bawah kesetiaan matahari menyinari alamnya setiap hari
Bangsa ini memiliki masyarakat yang sangat beraneka macam suku bangsa.
Bangsa ini memiliki kekayaan budaya dan seni yang tak terbilang angkanya.
Bangsa ini memiliki kearifan yang sangat luar biasa kandungan filosofinya.
Hei Jawa, hei Cina...kampung saya di tepi Danau Toba
Saya rindu makan tongseng di Surakarta,
Saya penasaran dengan Aling pada cerita laskar pelangi
Saya ingin sekali bertemu dan bercengkrama kembali dengan sahabat-sahabat di Palu
Saya tidak ingin menyelam di Bunaken hanya dalam mimpi
Saya merasa belum lengkap menjadi orang Indonesia, jika belum bertemu saudara-saudara kita di Papua
Sesungguhnya bangsa ini memiliki energi besar yang mampu membangun kesatuan hingga membentuk karakter kuat dan berdaulat.
Lalu kenapa kita begitu mudah tercerai berai, begitu mudah terbujuk rayuan gombal para investor
Sesungguhnya bangsa ini masih memiliki lahan yang tertidur pulas yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Lalu mengapa kita harus berbondong-bondong ke kota meninggalkan sawah ladang di kampung?
Sesungghunya bangsa ini memiliki kekayaan alam yang tak akan membuat anak bangsanya kelaparan sampai delapan turunan lebih.
Lalu mengapa tidak kita kelola sendiri hingga lebih memilih menjadi budak di negeri orang?
Hei Jawa, hei Cina...seperempat abad lalu saya sering main bola plastik Taman Tugu Tani Gondangdia
Saya merasa saat itu Jakarta menjelang petang begitu nyaman untuk anak seumur saya naik sepeda dari Johar Baru dan bermain-main ke Tugu Monas. Berangkat melalui Kwitang dan kembali lewat Cikini melintasi Taman Ismail Marzuki.
Saya merasa di kala itu Cililitan adalah pinggiran kota Jakarta, karena selebihnya menuju selatan adalah cerita menuju Depok keluar dari kota Jakarta...alias jalur mudik bagi para perantau untuk pulang ke Jawa Barat bagian selatan. Melintasinya di saat magrib biasanya suara kodok bersahutan merdu terdengar dari rawa dan sawah di pinggir jalan sepanjang Jalan Raya Bogor.
Dua puluh lima tahun lamanya saya menghuni Kota ini.
Mulai dari cerita kelam tragedi Bintaro, proses pembangunan jalan bertingkat sepanjang by Pass, tanda tanya besar soal 27 July 1996, gejolak Mei '98, soal banjir bandang yang dianggap menjadi siklus 5 tahunan, soal maraknya tawuran antar pelajar dan antar warga yang terjadi turun temurun atau mewaris, hingga cerita macet yang merayap hingga puluhan kilo meter. Sudah menjadi cerita dinamis yang saya lalui selama menjadi warga Kota 'gila' ini
Jakarta katanya lebih kejam dari ibu tiri.
Energy negeri ini seakan hanya berpusat di Jakarta
Sehingga si Jawa, si Cina, si Batak datang berbondong-bondong ke kota yang tidak ramah ini.
Si Manado, si Ambon, si Papua menyeberangi lautan untuk menguji bagaimana hidup di kota yang sudah menjadi belantara beton ini.
Masih ada kah harapan?
Masih ada kah jalan keluar?
Masih ada kah langkah jitu untuk menyelesaikan persoalan Kota ini yang nyaris meng-anker.
Mau naik bus? aduh...udah mahal bergelantungan pula
Mau bawa motor? aduh..."dikentutin" asap tebal knalpot metromini, kopaja dan mayasari
Mau bawa mobil? aduh...udah macet betis pun harus dipijet di pantipijet, 'pengeluaran' lagi deh
Mau naik sepeda? edan,...jalurnya diserobot bajaj.
Mau jalan kaki? gawat, trotoar aja udah jadi lapak pedagang
Mau olah raga pagi? Ogah ah, ntar ditabrak mini bus yang pulang dugem lagi, mampus kan?
Mending pulang kampung aja deh.
Hey Jawa, Hey Cina, Sebenarnya Jakarta ini udah gila
Bayangin aja, banyak banget orang gila berkeliaran di pinggiran jalan di Ibukota ini. Itu pertanda Kota ini ternyata ada pada posisi tingkat stres yang sangat tinggi. Orang gila berseliweran di mana-mana. Entah dia yang gila atau kita yang tidak waras? ya saya kira sih sama saja. Bedanya adalah umumya orang gila karena depresi oleh tekanan dan kita tidak waras karena membiarkan makin banyak orang yang semakin tertekan.
Sadar gak sih kita tinggal di kota yang paling tergila di dunia?
Bagaimana gak gila?
Cuma di kota ini ada mini market yang suka head to head. Dimana buka indomart di depan bahkan di sampingnya tak lama lagi akan berdiri alfamart.
Cuma di kota ini ada pasar perkulakan modern tumbuh subur menyamai jamur, seperti Carefour, Giant, Hypermart, yang saling beradu pasang bill board se gede-gede lapangan bola.
Cuma di kota ini pengemis jauh lebih sejahtera daripada gaji UMK buruh pabrik bahkan lebih banyak penghasilanya daripada gaji seorang manajer restoran fast food yang diinvestasi oleh para cukong-cukong asing.
Cuma di kota ini jarak tempat hanya 20 Km tetapi harus ditempuh dengan 2 Jam bahkan lebih. Gila gak tuh?
Hey Mas Jawa, Hey Koko Cina, Saya dari Tano Batak
Kapan-kapan kita ngopi yok sambil bertukar pikiran tentang impian kota yang manusiawi? ngupas....
soal bagaimana membenahi persoalan kota Jakarta dengan cara yang unik dan mungkin lebih membuat horny?
soal bagaimana mengurai kemacetan kota tanpa harus membangun fisik jalan yang banyak memakan biaya
soal bagaimana menghentikan pembangunan pusat-pusat perbelanjaan
soal bagaimana memperluas lahan terbuka hijau
soal bagaimana memberi ruang teduh bagi saudara-saudara kita yang katanya dekil, berkeliaran dan diterpa hujan dan angin malam sepanjang putaran waktu.
soal bagaimana menjadi tegas jika masih ada yang ngeyel menentang pembenahan yang ideologis.
Horas Mas Jokowi, Horas Koko Ahok, nama saya Partoba
SALAM KOTAK-KOTAK
AYO, KOTAK KATIK TATA KOTA KITA TANPA OTOT TAPI OTAK
Tahukah kalian, bahwa....
Pelangi itu indah, warna-warninya adalah simbol keanekaan.
Beraneka itu berarti berbeda-beda, bermacam-macam
Dan karena kata perbedaan itulah antonim persatuan.
Dan kesatuan adalah energi.
Bangsa kita ini sesungguhnya memiliki energi yang sangat besar. Bukan saja energi yang berasal dari kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Tetapi bangsa ini juga memiliki energy sumber daya manusia yang jumlahnya sangat banyak
Energy yang lain juga melimpah-limpah. Seperti harta alam yang terkandung
di bawah tanahnya,
di belantara luasnya hutan tropisnya,
di bentangan bahari lautanya,
di bawah garis khatulistiwanya,
di bawah kesetiaan matahari menyinari alamnya setiap hari
Bangsa ini memiliki masyarakat yang sangat beraneka macam suku bangsa.
Bangsa ini memiliki kekayaan budaya dan seni yang tak terbilang angkanya.
Bangsa ini memiliki kearifan yang sangat luar biasa kandungan filosofinya.
Hei Jawa, hei Cina...kampung saya di tepi Danau Toba
Saya rindu makan tongseng di Surakarta,
Saya penasaran dengan Aling pada cerita laskar pelangi
Saya ingin sekali bertemu dan bercengkrama kembali dengan sahabat-sahabat di Palu
Saya tidak ingin menyelam di Bunaken hanya dalam mimpi
Saya merasa belum lengkap menjadi orang Indonesia, jika belum bertemu saudara-saudara kita di Papua
Sesungguhnya bangsa ini memiliki energi besar yang mampu membangun kesatuan hingga membentuk karakter kuat dan berdaulat.
Lalu kenapa kita begitu mudah tercerai berai, begitu mudah terbujuk rayuan gombal para investor
Sesungguhnya bangsa ini masih memiliki lahan yang tertidur pulas yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Lalu mengapa kita harus berbondong-bondong ke kota meninggalkan sawah ladang di kampung?
Sesungghunya bangsa ini memiliki kekayaan alam yang tak akan membuat anak bangsanya kelaparan sampai delapan turunan lebih.
Lalu mengapa tidak kita kelola sendiri hingga lebih memilih menjadi budak di negeri orang?
Hei Jawa, hei Cina...seperempat abad lalu saya sering main bola plastik Taman Tugu Tani Gondangdia
Saya merasa saat itu Jakarta menjelang petang begitu nyaman untuk anak seumur saya naik sepeda dari Johar Baru dan bermain-main ke Tugu Monas. Berangkat melalui Kwitang dan kembali lewat Cikini melintasi Taman Ismail Marzuki.
Saya merasa di kala itu Cililitan adalah pinggiran kota Jakarta, karena selebihnya menuju selatan adalah cerita menuju Depok keluar dari kota Jakarta...alias jalur mudik bagi para perantau untuk pulang ke Jawa Barat bagian selatan. Melintasinya di saat magrib biasanya suara kodok bersahutan merdu terdengar dari rawa dan sawah di pinggir jalan sepanjang Jalan Raya Bogor.
Dua puluh lima tahun lamanya saya menghuni Kota ini.
Mulai dari cerita kelam tragedi Bintaro, proses pembangunan jalan bertingkat sepanjang by Pass, tanda tanya besar soal 27 July 1996, gejolak Mei '98, soal banjir bandang yang dianggap menjadi siklus 5 tahunan, soal maraknya tawuran antar pelajar dan antar warga yang terjadi turun temurun atau mewaris, hingga cerita macet yang merayap hingga puluhan kilo meter. Sudah menjadi cerita dinamis yang saya lalui selama menjadi warga Kota 'gila' ini
Jakarta katanya lebih kejam dari ibu tiri.
Energy negeri ini seakan hanya berpusat di Jakarta
Sehingga si Jawa, si Cina, si Batak datang berbondong-bondong ke kota yang tidak ramah ini.
Si Manado, si Ambon, si Papua menyeberangi lautan untuk menguji bagaimana hidup di kota yang sudah menjadi belantara beton ini.
Masih ada kah harapan?
Masih ada kah jalan keluar?
Masih ada kah langkah jitu untuk menyelesaikan persoalan Kota ini yang nyaris meng-anker.
Mau naik bus? aduh...udah mahal bergelantungan pula
Mau bawa motor? aduh..."dikentutin" asap tebal knalpot metromini, kopaja dan mayasari
Mau bawa mobil? aduh...udah macet betis pun harus dipijet di pantipijet, 'pengeluaran' lagi deh
Mau naik sepeda? edan,...jalurnya diserobot bajaj.
Mau jalan kaki? gawat, trotoar aja udah jadi lapak pedagang
Mau olah raga pagi? Ogah ah, ntar ditabrak mini bus yang pulang dugem lagi, mampus kan?
Mending pulang kampung aja deh.
Hey Jawa, Hey Cina, Sebenarnya Jakarta ini udah gila
Bayangin aja, banyak banget orang gila berkeliaran di pinggiran jalan di Ibukota ini. Itu pertanda Kota ini ternyata ada pada posisi tingkat stres yang sangat tinggi. Orang gila berseliweran di mana-mana. Entah dia yang gila atau kita yang tidak waras? ya saya kira sih sama saja. Bedanya adalah umumya orang gila karena depresi oleh tekanan dan kita tidak waras karena membiarkan makin banyak orang yang semakin tertekan.
Sadar gak sih kita tinggal di kota yang paling tergila di dunia?
Bagaimana gak gila?
Cuma di kota ini ada mini market yang suka head to head. Dimana buka indomart di depan bahkan di sampingnya tak lama lagi akan berdiri alfamart.
Cuma di kota ini ada pasar perkulakan modern tumbuh subur menyamai jamur, seperti Carefour, Giant, Hypermart, yang saling beradu pasang bill board se gede-gede lapangan bola.
Cuma di kota ini pengemis jauh lebih sejahtera daripada gaji UMK buruh pabrik bahkan lebih banyak penghasilanya daripada gaji seorang manajer restoran fast food yang diinvestasi oleh para cukong-cukong asing.
Cuma di kota ini jarak tempat hanya 20 Km tetapi harus ditempuh dengan 2 Jam bahkan lebih. Gila gak tuh?
Hey Mas Jawa, Hey Koko Cina, Saya dari Tano Batak
Kapan-kapan kita ngopi yok sambil bertukar pikiran tentang impian kota yang manusiawi? ngupas....
soal bagaimana membenahi persoalan kota Jakarta dengan cara yang unik dan mungkin lebih membuat horny?
soal bagaimana mengurai kemacetan kota tanpa harus membangun fisik jalan yang banyak memakan biaya
soal bagaimana menghentikan pembangunan pusat-pusat perbelanjaan
soal bagaimana memperluas lahan terbuka hijau
soal bagaimana memberi ruang teduh bagi saudara-saudara kita yang katanya dekil, berkeliaran dan diterpa hujan dan angin malam sepanjang putaran waktu.
soal bagaimana menjadi tegas jika masih ada yang ngeyel menentang pembenahan yang ideologis.
Horas Mas Jokowi, Horas Koko Ahok, nama saya Partoba
SALAM KOTAK-KOTAK
AYO, KOTAK KATIK TATA KOTA KITA TANPA OTOT TAPI OTAK
Thursday, 19 July 2012
JOKOWI dan AHOK TIDAK COCOK MEMIMPIN DKI
Baru seminggu berlalu perhelatan PILGUB DKI 2012. Sebanyak 6 pasang calon berseteru menuju DKI-1. Namun pada putaran pertama hanya pasangan JOKOWI/AHOK dan FOKE/NARA yang mampu mendapatkan suara di atas 30%. Untuk sementara JOKOWI/AHOK unggul atas pasangan incumbent mencapai selisih kurang lebih 10% (berdasarkan data quick count).
Tidak dipungkiri lagi kemenangan sementara pasangan JOKOWI/AHOK, karena reputasi pasangan ini memang sangat baik di daerah yang mereka pimpin,. Nyaris tidak ada cela. Tidak pernah mendapatkan raport merah. Tidak memiliki catatan buruk. bahkan bisa dikatakan mereka adalah pemimpin daerah tingkat dua terbersih di Indonesia.
Jakarta tidak butuh JOKOWI
Atas dasar prestasi mereka yang gemilang, menempatkan mereka di posisi pemimpin yang menduduki peringkat terbaik di negeri ini. Sayangnya pasangan ini mencalonkan diri menjadi Gubernur di DKI. Jika dilihat dari kondisi kekinian bangsa ini yang sedang mengalami krisis atas figur kepemimpinan yang ideal, pasangan ini selaikanya lebih pantas digadang menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik ini. Walau terkesan terlalu dini, namun jika kita betul-betul jujur dan terbuka, siapa figur yang layak menjadi pemimpin di negeri ini? Tentunya belum ada yang teruji. Bahkan kebanyakan tokoh yang pernah disinyalir menjadi calon RI-1, sebagian besar memiliki rekam jejak yang buruk.
Mau dibandingkan dengan Bakrie yang baru saja memplokamirkan dirinya menjadi calon Presiden RI untuk 2014 dari Partai Golkar?, rasanya tak sebanding. Seorang pengusaha besar sekaligus pengemplang pajak terbesar negeri ini tidak pantas dibandingkan sosok JOKOWI yang hanya seorang pengusaha mebel yang sederhana dan jujur.
Putaran ke dua PILGUB DKI akan dilaksanakan bulan September 2012. Penulis sangat yakin kemenangan akan di raih pasangan calon JOKOWI/AHOK. Pasangan ini memang sangat representatif. JOKOWI memang sosok sederhana dan universal yang berasal dari etnik dominan di negeri ini, sedangkan AHOK sosok putra turunan tionghoa yang mewakili kelompok minoritas. Sehingga ke dua pasangan ini memang lebih Ideal untuk memimpin Republik ini, saat ini.
Tidak dipungkiri lagi kemenangan sementara pasangan JOKOWI/AHOK, karena reputasi pasangan ini memang sangat baik di daerah yang mereka pimpin,. Nyaris tidak ada cela. Tidak pernah mendapatkan raport merah. Tidak memiliki catatan buruk. bahkan bisa dikatakan mereka adalah pemimpin daerah tingkat dua terbersih di Indonesia.
Jakarta tidak butuh JOKOWI
Atas dasar prestasi mereka yang gemilang, menempatkan mereka di posisi pemimpin yang menduduki peringkat terbaik di negeri ini. Sayangnya pasangan ini mencalonkan diri menjadi Gubernur di DKI. Jika dilihat dari kondisi kekinian bangsa ini yang sedang mengalami krisis atas figur kepemimpinan yang ideal, pasangan ini selaikanya lebih pantas digadang menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik ini. Walau terkesan terlalu dini, namun jika kita betul-betul jujur dan terbuka, siapa figur yang layak menjadi pemimpin di negeri ini? Tentunya belum ada yang teruji. Bahkan kebanyakan tokoh yang pernah disinyalir menjadi calon RI-1, sebagian besar memiliki rekam jejak yang buruk.
Mau dibandingkan dengan Bakrie yang baru saja memplokamirkan dirinya menjadi calon Presiden RI untuk 2014 dari Partai Golkar?, rasanya tak sebanding. Seorang pengusaha besar sekaligus pengemplang pajak terbesar negeri ini tidak pantas dibandingkan sosok JOKOWI yang hanya seorang pengusaha mebel yang sederhana dan jujur.
Putaran ke dua PILGUB DKI akan dilaksanakan bulan September 2012. Penulis sangat yakin kemenangan akan di raih pasangan calon JOKOWI/AHOK. Pasangan ini memang sangat representatif. JOKOWI memang sosok sederhana dan universal yang berasal dari etnik dominan di negeri ini, sedangkan AHOK sosok putra turunan tionghoa yang mewakili kelompok minoritas. Sehingga ke dua pasangan ini memang lebih Ideal untuk memimpin Republik ini, saat ini.
Wednesday, 18 July 2012
PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAAN GENERASI SEBUAH BANGSA
Belakangan muncul band-band baru di Indonesia semudah memasak mie instan. Karya musisi 'kacangan' ini berdampak munculnya generasi ’miskin kreatifitas’ di Indonesia. Dan yang paling rentan adalah dampaknya terhadap kualitas pola pikir generasi muda. Hingga muncul yang namanya generasi “Alay”. Kok bisa?
Indonesia pernah menorehkan catatan sejarah di kancah musik internasional. Indonesia yang kaya akan budaya dan seni, pernah memiliki prestasi luar biasa di belantika musik dunia dari era ‘70an sampai akhir tahun ‘90an. Sebut saja salah satu diantaranya KRAKATAU. Band beraliran Jazz ini cukup terkenal di belahan asia timur dan eropa. Lalu ada KLA Project yang kental dengan kualitas nada-nadanya juga pernah merajai musik pop asia.
Kemudian ada GOD BLESS yang cadas dan konsisten di jalur ROCK selama tiga 3 dekade, tetap hingar bingar dan sempat menjadi kiblat para musisi ROCK di asia tenggara. Ada juga GONG 2000 yang juga ‘jelmaan’ GOD BLESS. Lalu Pernah ada SAS, ELPAMAS, yang panas di dengar pada tahun 70’an, GRASS ROCK, CAESAR, Whizzkid, yang tune in di decade 80’an. Belakangan di era 90’an muncul POWER METAL, U'CAMP, DEWA-19,EDANE, SLANK, JAMRUD, RIF, GIGI, POTRET, NETRAL, PAS, PADI. Dan di penghujung millenium 2000 ada MOCCA dan SHAGY DOG.
Selain kelompok musiknya, para musisinya secara invidu juga sangat mempengaruhi kualitas musik negeri ini di jamannya, sebut saja diantaranya Totok Tewel, Erwin Gutawa, Fariz RM, Ireng Maulana, Dwiki Darmawan, Nugie, Anang, Indra Lesmana, Idris Sardi, Harry Roesly, Dewa Bujana, Iwan Fals, Doddy Katamsi, Abadi Soesman, Ian Antono, dll. Masih panjang lagi deretan nama yang terlalu panjang untuk disebutkan satu per satu…..sebab substansi yang akan penulis bahas dalam kesempatan ini adalah masalah betapa degradasinya kualitas musik Indonesia sepuluh tahun terakhir ini hingga mempengaruhi cara berfikir pendengarnya.
Lima tahun terakhir ini sangat banyak muncul band-band instan bak secepat memasak mie instan dan dijual seperti jualan ‘kacang rebus’ di pasar malam. Sebut saja diantaranya ST12, KANGEN, WALI, HIJAU DAUN, MATTA, GARNET, MAHKOTA, D'MASIV, VIERRA, HANCUR BAND, ARMADA, SALJU, ANGKASA, KUBURAN, THE POTTER, SEMBILAN, GOLIATH, VAGETOZ, LYLA, D'BAGINDA, termasuk UNGU juga, dll.
Maraknya dunia entertaint yang menampilkan para pemusik karbitan tersebut, tampak betapa tidak berkualitasnya para insan yang terlibat di dalamnya, baik musisinya, produsernya maupun penikmatnya. Munculnya band-band baru secara instan dan ‘kacangan’ ini dapat berdampak munculnya generasi ’miskin kreatifitas’ di Indonesia. Dan yang paling rentan adalah sangat berdampak terhadap kualitas pola pikir generasi muda. Apa korelasinya?
Industri rekaman seakan menutup kuping atas perkembangan ini, bahkan cenderung memang mengalihkan orientasinya untuk betul-betul hanya untuk meraup profit sebanyak-banyaknya. Para Major Label dan Provider Content memang mengalihkan orientasinya, dengan sengaja menciptakan pasar karena pengaruh kuat dari kepentingan para pengusaha yang ingin mengambil kesempatan untuk memasarkan produknya secara advertising dengan mendompleng acara-acara karbitan yang diisi oleh para musisi ‘kacangan’ tersebut.
Para Broadcaster, EO, atau Radio serta TV pun ikut-ikutan menyemarakan live musik yang ‘kacangan’ ini. Sebut saja salah satu diantaranya acara DAHSYAT yang setiap hari ditayangkan secara live pada pagi hari di RCTI. Pagi-pagi sudah menayangkan atau "nyekokin" kuping kita dengan nada-nada melayu yang hanya memiliki paling maksimal 4 chord standart tersebut, disertai syair-syair mellow murahan serta aranggement asal jadi. Lalu ada acara INBOX dan DERING yang live di lapangan-lapangan atau space terbuka pusat-pusat perbelanjaan dengan stage yang dipenuhi iklan-iklan komersil.
Sekelompok pemusik karbitan ditampilkan main secara lypsinc lalu dieluelukan ratusan penonton ABG, yang berdasarkan informasi para penonton yang terorganisir tersebut pun ternyata adalah penonton bayaran yang sengaja dibuat komunitasnya untuk selalu ikut menonton acar-acara tersebut setiap harinya. Lalu serta merta lagu-lagu tak berkualitas itupun diciptakan dengan mudah untuk mensupport “Ost”-nya sinetron-sinetron yang menjamur di Televisi yang juga sarat dengan pembodohan dan tidak educative.
Lalu yang paling miris, lagu-lagu yang dimainkan oleh band-band tersebut semuanya nyaris mirip dan memilik themes yang sama. Syair-syair seputar cerita cinta dan romantisme murahan dikemas dengan aliran senandung melayu. Hancur!!!. Dan ironisya adalah penonton ditipu dengan penampilan mereka secara live padahal lypsinc. Para pemain musik tersebut rata-rata memang tidak memiliki skill dalam bermusik. Di atas panggung yang terlihat hanya sekelompok anak muda yang tampan-tampan dan di"make up"in lalu bernyanyi di atas panggung dan nyaris tanpa teknik vocal yang musikal. Atau bisa juga disebut sekelompok ‘boy band’ yang dibekali alat musik, diajari 3 atau 4 chord kemudian disuruh rekaman lalu show di mana-mana. Edan!!!. Mie instan bukan?
Para pemusik tersebut tidak melalui proses seleksi kreatif seperti festival, atau ajang-ajang perlombaan yang kompetitif. Kalau pun ada ajang seperti Indonesian Mencari BAKAT, Indonesia Idol atau Mama Mia, atau apapun yang sejenisnya tidak cukup ideal untuk menyaring para seniman berkualitas. Karena system "penjurianya" hanya sebagai ajang jual pulsa oleh para pebisnis telekomunikasi dan hanya karena perlu muncul idola yang tampan dan cantik agar laku “dijual” oleh para pebisnis talent, kali-kali aja ada kesempatan untuk menjadi bintang iklan atau tawaran main sinetron. Ono-ono wae!
Artinya dengan miskinnya proses kreatifitas mencipta jelas akan mempengaruhi kualitas nada dan lagu yang diciptakan. Musik memang bahasa universal, tapi bukan berarti musik harus seragam aliranya. Musik melayu boleh-boleh saja, Tapi bukan berarti semuanya kemudian harus jadi mem’beo’. Ini adalah gejala buruk kualitas musik dan musisi Indonesia saat ini, sebab penurunan kualitas musik Indonesia sama dengan penurunan kualitas para musisinya.
Tuntutan pasar atau idealisme?
Lebih dalam lagi bicara dari aspek idealisme, semakin jelaslah generasi musisi muda negeri ini tidak memiliki karakter bermusik dalam menggarap lagu. Lalu bagaimana korelasinya….antara proses kreatif penciptaan dengan pola pikir?, ya akan terkait secara tidak langsung. Dimana karya-karya yang hanya dikerangkakan untuk kebutuhan pasar semata jelas akan menyempitkan cara berfikir generasi muda. Karena yang didengar yang begitu-begitu aja.
Karena alasan pasar sehingga perlu ditayangkan dengan frekuentif. Karena bagaimana caranya harus laku sehingga perlu memanipulasi tayangan dengan pengakomodiran massa penonton bayaran yang secara psiokologis akan mempengaruhi para penonton lain tanpa proses seleksi kuping secara alami. Karena syair yang harus ringan dan mudah didengar kuping kalangan ABG, sehingga kata-kata yang terkandung dalam lyric lagu hanya sekitar kata-kata cinta anak remaja dan terkesan asal-asalan, ya alay (pengistilahan untuk kasus atau jenis musik ini, atau jenis penikmat musik murahan ini).
Tidak ada lagi terdengar syair sepuitis KLA dan PADI, atau nada-nada dan chord-chord miring seperti garapan Fariz RM atau Melly Guslaw , reggaenya Tony Q Rastafara dan Syair-syair kritis karya Iwan Fals pun tenggelam. Lantunan nakal atau sentilan ala sundaness Doel Sumbangpun memang tak kan mungkin lagi kita dengar langsung dari penyanyinya, juga The Bluesnya si betawi Benyamin ‘babeh’ Sueb pun sudah terkubur bersama penciptanya. Atau karya-karya Harry Roesly-pun pastinya hanya kita dengar dari chord okulele para pengamen jalanan yang masih idealis di jalurnya. Syair pop puitis ciri khas Chrisye, pastinya hanya kita dengar pada acara-acara “tribute” saja. Atau syair-syair Ebiet G. Ade yang membuat merinding bulu kuduk, yang kerap menyikapi tentang bencana alam dan fenomena kemanusiaan, hanya tinggal “album kenangan”. Dekadensi idealisme musik Indonesia sedang berlangsung saat ini. Kemorosotan kualitas musik seiring merosotnya kualitas para musisi.
Kesimpulanya adalah bahwa generasi musisi baru Indonesia dengan hasil karya ciptanya yang ‘kacangan’ itu telah ikut serta membodohi pola pikir masyarakat penikmatnya. Sehingga terciptalah kuping konsumtif dengan asupan nada-nada murahan dan cengeng. Sehingga muncullah generasi yang tidak punya sense terhadap lingkungan sendiri, terjebak dengan romantisme picisan. Itulah generasi Alay…..
Mana ada lagi syair balada seperti torehan SAS yang menceritakan tentang bencana alam Laratuka, lalu kemudian dikumandangkan kembali oleh BOOMERANG dengan arrangement baru. Lagu lawas tersebut cukup berumur karena berkualitas hingga masih layak untuk didengar kembali. Masihkah akan kita dengar syair sederhana KPJ yang mengisahkan sulitnya hidup karena mahalnya harga susu dan rendahnya upah buruh yang tertindas?...dan kapan lagi kita dengar harapan-harapan religious yang syiarkan oleh BIMBO bersaudara? atau MARJINAL yang kontra terhadap kemapanan atau anti Neolib
Diharapkan kepada masyarakat penikmat musik dapat menyeleksi karya musisi mana yang layak untuk didengar. Bukan mana yang enak dilihat mata. Karya yang layak didengar adalah sebuah karya yang idealis. Dan kepada para musisi lawas, diharapkan untuk tetap konsisten dan idealis pada warnanya dan tetap mempertahankan kualitas bermusik tanpa harus menjadi bunglon ikut-ikutan pasar, apalagi harus “melacurkan” diri menjadi pemain sinetron.
PENCINTA MUSIK INDONESIA
Tuesday, 17 July 2012
10 MITOS TENTANG ROKOK
Mengapa para perokok masih sulit memutuskan untuk berhenti merokok? Karena banyak dari perokok tersebut yang masih terjebak oleh mitos-mitos yang sesungguhnya salah. Berikut ada 10 mitos yang salah tentang rokok atau merokok.
1. Merokok itu lambang kejantanan bagi kaum laki-laki;
“gak ngerokok gak macho”
Maaf, bukankah kejantanan itu lebih relevan diukur dari aspek sexology? Mana mungkin rokok bisa bikin kita kuat melakukan hubungan intim. Bagaimana bisa stamina kita bisa kuat karena rokok? Malahan merokok berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang dan kemandulan. Kalo tulang punggung serasa remuk apa bisa strong? Lalu kalau udah mandul apa itu JANTAN?. “Mau lo gak punya keturunan? Eh, man! Kalo lo bisa naklukin perempun, itu baru namanya JANTAN.
Cewek mah, gak ngeliat merek rokok lo apa?”. Kalau udah ‘loyo’ mah apa yang mau dibanggain?. Mendingan pergi ‘nge-gym’ bikin perut jadi six pack. Nah itu baru bikin fisik lo semakin terlihat JANTAN.
2. Merokok lambang modernisasi dan ‘fashion’ buat perempuan;
“gak ngerokok gak cantik dan gak sexy”
Bagi perempuan kaum kosmopolitan merokok sudah menjadi trend sebagai realita hidup modern. Banyak sekali kita temui perempuan-perempuan di usia produktif menghisap rokok di caffee shop di pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa selera rokok yang dihisap perempuan harganya lebih tinggi daripada harga rokok yang dihisap laki-laki. Tidak jarang pula dari mereka yang mengkoleksi alat pemantik atau korek api yang brended. Untuk alasan fashion semata.
Emansipasi sebagai resiko dari perkembangan jaman atau modernisasi, memang tidaklah salah. Tapi apakah kecantikan perempuan akan sempurna kalo toh rahimnya gak bisa menghasilkan keturunan? Akibat racun yang merongrong organ yang sangat vital yaitu rahim.
Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi yang meningkat selama masa kehamilan.
Perempuan hamil yang merokok, sama saja mengajari atau mengajak kandunganya untuk merokok dini. Dan ini akan berpeluang terjadinya gagal kandungan atau keguguran. Atau dapat mengakibatkan kerusakan fisik pada calon bayi yang anda kandung.Ada fakta lain, perempuan yang merokok memasuki masa menopause pada umur yang lebih muda daripada perempuan yang tidak merokok.
3.Merokok adalah gaya hidup;
“gak ngerokok, gak keren!”
Itu sih kata orang-orang yang kepingin gaya-gayaan aja. Toh kalau sudah sakit paru-paru, TBC atau batuk-batuk bagaimana mau bisa gaya? Terus apanya yang keren?
Yang ada juga orang lain malah menghindar kali melihat anda batuk-batuk melulu…hehehe banyak yang bilang sih kalau batuk itu penyakit orang susah”. Terus bagaimana mau keren kalau udah dianggap orang susah?. Merokok juga bisa bikin muka keriput dan terlihat kusam. Begitukah yang namanya gaya?. Penyakit kok dibilang gaya.
4. Merokok dapat menambah rasa PD (Percaya Diri)
“gak ngerokok, gak PeDe”
Berarti rasa percaya diri anda anda hanya terbantu oleh faktor lain dari luar diri anda. Artinya anda tidak mampu mengeksplorasi potensi yang ada dalam diri anda sehingga anda jadi minder tanpa merokok. Banyak sekali kasus orang yang selalu mendahului dengan merokok sebelum berhadapan interview lowongan pekerjaan, dengan supaya tidak grogri menghadapi orang yang akan mewawancarai anda. Atau sesaat sebelum menghadapi sidang skripsi, atau sesaat sebelum presentasi, atau ketika menghadapi hal-hal penting. Berati nervous, yang muncul hanya bisa dihilangkan oleh rokok. Heheh kasian amat sih anda?. Masa mental anda bisa drop karena tak ada rokok.
Kepercayaan diri lebih baik dibangun atas dasar kemampuan, kesiapan, ketenangan dan pemahaman yang matang terhadap situasi yang dihadapi. Manakala kita menghadapinya seorang diri, ya hadapilah dengan seorang diri. Tidak perlu harus ‘ditemani’ oleh sebatang rokok. Jangan pelihara rasa takut anda, sehingga anda selalu butuh ‘teman’.
5.Merokok dapat meningkatkan konsentrasi dalam bekerja
“gak ngerokok, gak mood”
Tidak sedikit orang yang selalu merokok pada saat melakukan pekerjaanya. Bahkan ada yang memiliki kebiasaan bela-belain keluar ruangan kerjanya (biasanya alasan ke toilet) untuk menghisap sebatang rokok, karena ruang kantornya ber-AC. Habis deh waktu 10 menit untuk merokok. Produktifkah anda bekerja dengan cara seperti ini?Haruskah produktifitas kerja kita “dijamin” oleh rokok? Apa iya rokok bisa membuat kita fokus dalam bekerja? Lalu kalau tidak ada rokok, tidak bisa kerja dong? Yang ada kerjaan malah semakin terbengkalai kalau waktu tersita hanya untuk mencari-cari atau membeli rokok.
Mood untuk melakukan sesuatu tidak perlu harus dibantu oleh rokok. Mood itu bisa kita munculkan ketika ada motifasi yang tinggi atas pekerjaan yang akan kita lakukan. Untuk apa kita bekerja? Tentunya untuk mencari nafkah toh?. Masa anda haru ‘modal’ rokok untuk mencari uang. Pada hal anda sudah memiliki modal besar yaitu OTAK untuk berfikir.
6.Merokok dapat menghilangkan stress atau lepas dari tekanan.
Ini lagi statement yang paling ngaco. Stres ditimbulkan dari beban atas tuntutan yang membebani pikiran dan waktu serta energy kita. Tekanan yang tinggi memang dapat membuat kita stres. Tetapi apakah penyelesainya dengan merokok?. Tidak ada fakta ilmiah yang menyatakan dengan merokok kita bisa melepas tekanan. Lalu kalau persoalan yang membebani kita tidak kita hadapi, akhirnya gak berkurang juga tekanannya. Dan merokok, malah membuang waktu hingga beban yang kita hadapi justru akan semakin berat seiring bertambahnya waktu.
Mestinya kalau mengurangi stress refreshing adalah solusinya. Pergi aja menghirup udara segar. Carilah kehijauan berupa tanaman, atau taman atau pepohonan. Di sana banyak oksigen yang bisa anda hirup untuk me-refresh pikiran anda. Sehingga anda bisa lebih tenang menghadapi segala tekanan.
7.Merokok adalah pergaulan
“gak ngerokok, gak gaul”
Ini lagi pandangan yang salah. Siapa bilang dengan merokok makin banyak teman. Terus, apa iya dengan berhenti merokok kita jadi gak punya teman? “Gak banget deh!” saya sudah merasakan justru dengan berhenti merokok, makin banyak orang yang ingin bergaul dengan saya. Pada umumnya malah bertaya bagaimana caranya berhenti merokok. “Hebat yah bisa berhenti merokok” kata mereka. “Hehehe… asyik kan?”. Malah makin banyak teman kita yang bertambah. Kebanyakan teman-teman perokok malah iri sama saya, karena bisa tidak tergantung kepada rokok sehingga tidak ada pengeluaran atau alokasi dana untuk merokok.
8.Merokok dapat menguruskan badan;
“gak ngerokok, badan gampang gemuk”
Banyak orang beranggapan bahwa merokok merupakan salah satu solusi untuk diet. Berat badan yang menurun akibat merokok bukan karena efek positif dari rokok itu secara langsung. Tetapi karena menurunya nafsu makan anda, sehingga anda tidak lagi makan seperti porsi sebelumnya. Atau tidak sesering sebelumnya.
Terkadang kalau sudah minum kopi dan merokok di pagi harinya, makan siang pun tercover oleh asupan gula karena minum kopi yang berlebihan pada waktu anda minum di pagi harinya. Sehingga anda hanya satu kali saja makan dalam satu hari. Itulah yang membuat badan anda menjadi kurus. Lalu, nikotinpun dapat mengurangi selera kita untuk makan.Nah, kalau makanpun sudah tidak teratur otomatis kerja lambung sebagai pencernapun akan terganggu. Asam lambung anda tidak bekerja dengan baik. Inilah yang biasanya berdampak penyakit maag.
Lalu kalau sudah maag, gmana dong? Pada stadium tinggi maag rentan akan berlanjut ke tingkat hepatitis. Terus kalau udah urusanya sama penyakit yang berat begini, gmana dong? Berarti gak jadi solusi juga dong bahwa merokok itu bisa diet dengan sehat.
Kalau mau diet sih, enakan juga ngegenjot sepeda keliling-keliling taman kota atau ke perkempungan yang banyak pohon-pohon rindang. Kalau mau yang lebih murah ya lari pagi aja atau jongging. Tiga kali seminggu juga pasti kurus. Pola dietnya akan lebih sehat, ya gak sih?
9.Merokok dapat merangsang lahirnya ide;
“gak ngerokok, pikiran buntu”
Banyak orang bilang merokok bisa jadi media mencari inspirasi. Ini pernyataan yang paling parah! Terus, kalo gak ada rokok gak bisa ngeluarin gagasan dong? Gak ada ide dong? Gak kreatif dong? Gak bisa mikir dong? Alhasil malah miskin ide dong. Soal ide mah kapan pun, di saat bagaimanapun bisa lahir. Kasian amat sih anda punya otak gk bisa dipake kalo gak dibantu rokok…
Maaf, kadang saya aja mendapat ide-ide cemerlang justeru pada saat ngupil, hehe!. Atau kadang pada saat ‘nongkrong’ di toilet. Obyek apapun bisa kok dijadikan media inspirasi untuk memunculkan ide-ide brillian tanpa harus ngerokok.
10. Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar;
Fakta: Negara membayar biaya lebih besar untuk menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok.Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.
Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok. Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif.
Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung secara tidak langsung oleh pemerintah.
1. Merokok itu lambang kejantanan bagi kaum laki-laki;
“gak ngerokok gak macho”
Maaf, bukankah kejantanan itu lebih relevan diukur dari aspek sexology? Mana mungkin rokok bisa bikin kita kuat melakukan hubungan intim. Bagaimana bisa stamina kita bisa kuat karena rokok? Malahan merokok berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang dan kemandulan. Kalo tulang punggung serasa remuk apa bisa strong? Lalu kalau udah mandul apa itu JANTAN?. “Mau lo gak punya keturunan? Eh, man! Kalo lo bisa naklukin perempun, itu baru namanya JANTAN.
Cewek mah, gak ngeliat merek rokok lo apa?”. Kalau udah ‘loyo’ mah apa yang mau dibanggain?. Mendingan pergi ‘nge-gym’ bikin perut jadi six pack. Nah itu baru bikin fisik lo semakin terlihat JANTAN.
2. Merokok lambang modernisasi dan ‘fashion’ buat perempuan;
“gak ngerokok gak cantik dan gak sexy”
Bagi perempuan kaum kosmopolitan merokok sudah menjadi trend sebagai realita hidup modern. Banyak sekali kita temui perempuan-perempuan di usia produktif menghisap rokok di caffee shop di pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa selera rokok yang dihisap perempuan harganya lebih tinggi daripada harga rokok yang dihisap laki-laki. Tidak jarang pula dari mereka yang mengkoleksi alat pemantik atau korek api yang brended. Untuk alasan fashion semata.
Emansipasi sebagai resiko dari perkembangan jaman atau modernisasi, memang tidaklah salah. Tapi apakah kecantikan perempuan akan sempurna kalo toh rahimnya gak bisa menghasilkan keturunan? Akibat racun yang merongrong organ yang sangat vital yaitu rahim.
Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi yang meningkat selama masa kehamilan.
Perempuan hamil yang merokok, sama saja mengajari atau mengajak kandunganya untuk merokok dini. Dan ini akan berpeluang terjadinya gagal kandungan atau keguguran. Atau dapat mengakibatkan kerusakan fisik pada calon bayi yang anda kandung.Ada fakta lain, perempuan yang merokok memasuki masa menopause pada umur yang lebih muda daripada perempuan yang tidak merokok.
3.Merokok adalah gaya hidup;
“gak ngerokok, gak keren!”
Itu sih kata orang-orang yang kepingin gaya-gayaan aja. Toh kalau sudah sakit paru-paru, TBC atau batuk-batuk bagaimana mau bisa gaya? Terus apanya yang keren?
Yang ada juga orang lain malah menghindar kali melihat anda batuk-batuk melulu…hehehe banyak yang bilang sih kalau batuk itu penyakit orang susah”. Terus bagaimana mau keren kalau udah dianggap orang susah?. Merokok juga bisa bikin muka keriput dan terlihat kusam. Begitukah yang namanya gaya?. Penyakit kok dibilang gaya.
4. Merokok dapat menambah rasa PD (Percaya Diri)
“gak ngerokok, gak PeDe”
Berarti rasa percaya diri anda anda hanya terbantu oleh faktor lain dari luar diri anda. Artinya anda tidak mampu mengeksplorasi potensi yang ada dalam diri anda sehingga anda jadi minder tanpa merokok. Banyak sekali kasus orang yang selalu mendahului dengan merokok sebelum berhadapan interview lowongan pekerjaan, dengan supaya tidak grogri menghadapi orang yang akan mewawancarai anda. Atau sesaat sebelum menghadapi sidang skripsi, atau sesaat sebelum presentasi, atau ketika menghadapi hal-hal penting. Berati nervous, yang muncul hanya bisa dihilangkan oleh rokok. Heheh kasian amat sih anda?. Masa mental anda bisa drop karena tak ada rokok.
Kepercayaan diri lebih baik dibangun atas dasar kemampuan, kesiapan, ketenangan dan pemahaman yang matang terhadap situasi yang dihadapi. Manakala kita menghadapinya seorang diri, ya hadapilah dengan seorang diri. Tidak perlu harus ‘ditemani’ oleh sebatang rokok. Jangan pelihara rasa takut anda, sehingga anda selalu butuh ‘teman’.
5.Merokok dapat meningkatkan konsentrasi dalam bekerja
“gak ngerokok, gak mood”
Tidak sedikit orang yang selalu merokok pada saat melakukan pekerjaanya. Bahkan ada yang memiliki kebiasaan bela-belain keluar ruangan kerjanya (biasanya alasan ke toilet) untuk menghisap sebatang rokok, karena ruang kantornya ber-AC. Habis deh waktu 10 menit untuk merokok. Produktifkah anda bekerja dengan cara seperti ini?Haruskah produktifitas kerja kita “dijamin” oleh rokok? Apa iya rokok bisa membuat kita fokus dalam bekerja? Lalu kalau tidak ada rokok, tidak bisa kerja dong? Yang ada kerjaan malah semakin terbengkalai kalau waktu tersita hanya untuk mencari-cari atau membeli rokok.
Mood untuk melakukan sesuatu tidak perlu harus dibantu oleh rokok. Mood itu bisa kita munculkan ketika ada motifasi yang tinggi atas pekerjaan yang akan kita lakukan. Untuk apa kita bekerja? Tentunya untuk mencari nafkah toh?. Masa anda haru ‘modal’ rokok untuk mencari uang. Pada hal anda sudah memiliki modal besar yaitu OTAK untuk berfikir.
6.Merokok dapat menghilangkan stress atau lepas dari tekanan.
Ini lagi statement yang paling ngaco. Stres ditimbulkan dari beban atas tuntutan yang membebani pikiran dan waktu serta energy kita. Tekanan yang tinggi memang dapat membuat kita stres. Tetapi apakah penyelesainya dengan merokok?. Tidak ada fakta ilmiah yang menyatakan dengan merokok kita bisa melepas tekanan. Lalu kalau persoalan yang membebani kita tidak kita hadapi, akhirnya gak berkurang juga tekanannya. Dan merokok, malah membuang waktu hingga beban yang kita hadapi justru akan semakin berat seiring bertambahnya waktu.
Mestinya kalau mengurangi stress refreshing adalah solusinya. Pergi aja menghirup udara segar. Carilah kehijauan berupa tanaman, atau taman atau pepohonan. Di sana banyak oksigen yang bisa anda hirup untuk me-refresh pikiran anda. Sehingga anda bisa lebih tenang menghadapi segala tekanan.
7.Merokok adalah pergaulan
“gak ngerokok, gak gaul”
Ini lagi pandangan yang salah. Siapa bilang dengan merokok makin banyak teman. Terus, apa iya dengan berhenti merokok kita jadi gak punya teman? “Gak banget deh!” saya sudah merasakan justru dengan berhenti merokok, makin banyak orang yang ingin bergaul dengan saya. Pada umumnya malah bertaya bagaimana caranya berhenti merokok. “Hebat yah bisa berhenti merokok” kata mereka. “Hehehe… asyik kan?”. Malah makin banyak teman kita yang bertambah. Kebanyakan teman-teman perokok malah iri sama saya, karena bisa tidak tergantung kepada rokok sehingga tidak ada pengeluaran atau alokasi dana untuk merokok.
8.Merokok dapat menguruskan badan;
“gak ngerokok, badan gampang gemuk”
Banyak orang beranggapan bahwa merokok merupakan salah satu solusi untuk diet. Berat badan yang menurun akibat merokok bukan karena efek positif dari rokok itu secara langsung. Tetapi karena menurunya nafsu makan anda, sehingga anda tidak lagi makan seperti porsi sebelumnya. Atau tidak sesering sebelumnya.
Terkadang kalau sudah minum kopi dan merokok di pagi harinya, makan siang pun tercover oleh asupan gula karena minum kopi yang berlebihan pada waktu anda minum di pagi harinya. Sehingga anda hanya satu kali saja makan dalam satu hari. Itulah yang membuat badan anda menjadi kurus. Lalu, nikotinpun dapat mengurangi selera kita untuk makan.Nah, kalau makanpun sudah tidak teratur otomatis kerja lambung sebagai pencernapun akan terganggu. Asam lambung anda tidak bekerja dengan baik. Inilah yang biasanya berdampak penyakit maag.
Lalu kalau sudah maag, gmana dong? Pada stadium tinggi maag rentan akan berlanjut ke tingkat hepatitis. Terus kalau udah urusanya sama penyakit yang berat begini, gmana dong? Berarti gak jadi solusi juga dong bahwa merokok itu bisa diet dengan sehat.
Kalau mau diet sih, enakan juga ngegenjot sepeda keliling-keliling taman kota atau ke perkempungan yang banyak pohon-pohon rindang. Kalau mau yang lebih murah ya lari pagi aja atau jongging. Tiga kali seminggu juga pasti kurus. Pola dietnya akan lebih sehat, ya gak sih?
9.Merokok dapat merangsang lahirnya ide;
“gak ngerokok, pikiran buntu”
Banyak orang bilang merokok bisa jadi media mencari inspirasi. Ini pernyataan yang paling parah! Terus, kalo gak ada rokok gak bisa ngeluarin gagasan dong? Gak ada ide dong? Gak kreatif dong? Gak bisa mikir dong? Alhasil malah miskin ide dong. Soal ide mah kapan pun, di saat bagaimanapun bisa lahir. Kasian amat sih anda punya otak gk bisa dipake kalo gak dibantu rokok…
Maaf, kadang saya aja mendapat ide-ide cemerlang justeru pada saat ngupil, hehe!. Atau kadang pada saat ‘nongkrong’ di toilet. Obyek apapun bisa kok dijadikan media inspirasi untuk memunculkan ide-ide brillian tanpa harus ngerokok.
10. Industri rokok memberikan kontribusi pemasukan negara dengan jumlah besar;
Fakta: Negara membayar biaya lebih besar untuk menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh rokok dibanding dengan pemasukan yang diterimanya dari industri rokok.Penelitian dari World Bank telah membuktikan bahwa rokok merupakan kerugian mutlak bagi hampir seluruh negara. Pemasukan yang diterima negara dari industri rokok (pajak dan sebagainya) mungkin saja berjumlah besar, tapi kerugian langsung dan tidak langsung yang disebabkan konsumsi rokok jauh lebih besar.
Biaya tinggi harus dikeluarkan untuk membayar biaya penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh rokok, absen dari bekerja, hilangnya produktifitas dan pemasukan, kematian prematur, dan juga membuat orang menjadi miskin lebih lama karena mereka menghabiskan uangnya untuk membeli rokok. Biaya besar lainnya yang tidak mudah untuk dijabarkan termasuk berkurangnya kualitas hidup para perokok dan mereka yang menjadi perokok pasif.
Selain itu penderitaan juga bagi mereka yang harus kehilangan orang yang dicintainya karena merokok. Semua ini merupakan biaya tinggi yang harus ditanggung secara tidak langsung oleh pemerintah.
SAMPAIKAN SALAMKU UNTUK MUNIR
Aku yakin Munir tidak mengharapkan dirinya untuk diperjuangkan.
Aku yakin Munir tidak menginginkan generasi penerusnya untuk berjuang dengan cara sia-sia.
Aku yakin Munir tidak mangajari orang untuk melawan kekerasan dengan cara kekerasan.
Aku yakin Munir tidak merelakan kematian dirinya apalagi penerusnya sebagai nilai tukar perjuangan atas kematian banyak orang.
Aku yakin Munir tidak menggunakan emosi untuk melakukan aksinya
Aku yakin Munir hanya menginginkan perjuanganya diteruskan untuk atas dasar kepentingan Hak Hidup manusia.
Sondang,....Selamat jalan kawan
Kematianmu bukan keputusan malaikat
Kematianmu bukan harapan banyak kawan
Kematianmu bukan atas dasar ketidaksadaran
Kematianmu bukan impianmu apalagi cita-citamu
Kematianmu adalah emosional
Kematianmu adalah kemarahan
Kematianmu adalah keputusasaan
Kematianmu adalah KEKECEWAAN
Kekecewaan atas KETIDAKBECUSAN pengelola Republik ini untuk mempertanggungjawabkan kaum yang sudah menjadi KORBAN TINDAK KEKERASAN.
Kekecewaan atas KETIDAKADILAN yang terjadi di Republik yang katanya merdeka ini.
Kekecewaan atas dasar KETIDAKBERWIBAAN hukum di Republik yang katanya negara hukum ini.
Kekecewaan atas dasar KEBERLANGSUNGAN tindak KEKERASAN yang tidak juga berhenti yang dilakukan oleh kaum KUAT terhadap kaum lemah.
Semoga aksimu mampu menginspirasi banyak sahabatmu, sahabat MUNIR dan sahabat yang tertindas untuk lebih BERGAIRAH dan lebih BERANI serta BANGKIT untuk MENUNTUT HAK DASAR HIDUP YANG PALING ASASI atas nama KEMANUSIAAN.
Semoga kepergianmu menjumpai MUNIR dapat menghasilkan sebuah konsolidasi perlawanan yang lebih KERAS namun bukan dengan cara KEKERASAN.
Sondang Hutagalung...Selamat jalan kawan, tolong sampaikan salamku untuk MUNIR.
dariku...
PARTOBA PANGARIBUAN
untuk....
KOMUNITAS SAHABAT MUNIR dan SAHABAT SONDANG
Aku yakin Munir tidak menginginkan generasi penerusnya untuk berjuang dengan cara sia-sia.
Aku yakin Munir tidak mangajari orang untuk melawan kekerasan dengan cara kekerasan.
Aku yakin Munir tidak merelakan kematian dirinya apalagi penerusnya sebagai nilai tukar perjuangan atas kematian banyak orang.
Aku yakin Munir tidak menggunakan emosi untuk melakukan aksinya
Aku yakin Munir hanya menginginkan perjuanganya diteruskan untuk atas dasar kepentingan Hak Hidup manusia.
Sondang,....Selamat jalan kawan
Kematianmu bukan keputusan malaikat
Kematianmu bukan harapan banyak kawan
Kematianmu bukan atas dasar ketidaksadaran
Kematianmu bukan impianmu apalagi cita-citamu
Kematianmu adalah emosional
Kematianmu adalah kemarahan
Kematianmu adalah keputusasaan
Kematianmu adalah KEKECEWAAN
Kekecewaan atas KETIDAKBECUSAN pengelola Republik ini untuk mempertanggungjawabkan kaum yang sudah menjadi KORBAN TINDAK KEKERASAN.
Kekecewaan atas KETIDAKADILAN yang terjadi di Republik yang katanya merdeka ini.
Kekecewaan atas dasar KETIDAKBERWIBAAN hukum di Republik yang katanya negara hukum ini.
Kekecewaan atas dasar KEBERLANGSUNGAN tindak KEKERASAN yang tidak juga berhenti yang dilakukan oleh kaum KUAT terhadap kaum lemah.
Semoga aksimu mampu menginspirasi banyak sahabatmu, sahabat MUNIR dan sahabat yang tertindas untuk lebih BERGAIRAH dan lebih BERANI serta BANGKIT untuk MENUNTUT HAK DASAR HIDUP YANG PALING ASASI atas nama KEMANUSIAAN.
Semoga kepergianmu menjumpai MUNIR dapat menghasilkan sebuah konsolidasi perlawanan yang lebih KERAS namun bukan dengan cara KEKERASAN.
Sondang Hutagalung...Selamat jalan kawan, tolong sampaikan salamku untuk MUNIR.
dariku...
PARTOBA PANGARIBUAN
untuk....
KOMUNITAS SAHABAT MUNIR dan SAHABAT SONDANG
Subscribe to:
Posts (Atom)

