SALAM SEMANGAT PEMBINAAN USIA DINI:
Ketika bangsa ini sedang letih didera kemelut berkepanjangan, dimana
para lawas sibuk mencari tempat duduk yang nyaman untuk menonton...kami
generasi muda bangsa ini kerap gelisah bahkan tak dapat tidur nyenyak
setelah menonton hasil 2 x 45 yang tidak pernah menggembirakan. Padahal
suara sudah tinggal di ujung kerongkongan, bahkan keluar
stadionpun masih mempertimbangkan uang 3000 rupiah untuk membeli sebotol
air mineral.
Kami menyadari betul bahwa kesalahan sudah
terjadi saat menyusui atau jangan-jangan sudah sejak sang embrio masih
dalam kandungan. Apakah yang membuat kurang bergizinya sang ibu pertiwi
padahal sudah menyantap nutrisi yang terkadung di bentangan suburnya
kandungan mineral negeri ini. Namun ternyata belum menghasilkan tarus
yang baik untuk diberikan ke darah kandunganya.
Kemudian kami
juga memahami betul bahwa ternyata kesalahan teknis juga menjadi bagian
yang tak terelakkan penyumbang terbesar faktor ketidak-indahan catatan
statistik selama 2 x 45 menit. Karena ternyata baru menit ke 60, seluruh
punggawa sudah mulai berlutut di atas rumput hijau.
Kami
tidak menuntut hasil akhir,...kami hanya menginginkan agar kami tetap
bangga untuk selalu menyanyikan lagu kebangsaan tidak saja hanya saat
sebelum kick off, tetapi kami juga ingin tetap kembali menyanyikan lagu
Indonesia Raya itu hingga pluit akhir wasit berbunyi.
Di
kondisi yang sedang kemelut ini,...kami sang generasi pelurus (maaf
bukan 'penerus' loh, jangan salah baca yah...tetapi memang pelurus kok,
saya gak salah ketik) yang terhimpun dari ribuan semangat yg tercerai
berai bukan saja dari serambi mekkah hingga bumi cendrawasih, tetapi
dari paman sam hingga ke negeri matahari terbit para nasionalis muda
Republik Merah putih ini tidak ingin kegelisahan ini berkepanjangan.
Hari ini, menjadi awal dimana seluruh anak yg tersebar di pelosok tanah
air ini akan berani 'menuliskan mimpinya' menjadi punggawa GARUDA
setelah mendapatkan bimbingan yang baik dari para generasi pelurus
negeri ini disertai semangat yang tidak terukur dan tak pernah luntur.
Selamat untuk seluruh suporter yang telah menumpahkan seluruh
ketulusannya untuk mewujudkan impian anak-anak tunas bangsa ini. Selamat
atas terbitnya buku KURIKULUM & PEDOMAN DASAR SEPAK BOLA INDONESIA
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para pencerah, dan terima
kasih banyak juga untuk Coach Timo Scheunemann, Si Bule ndeso.
#Department PUD FDSI.