Laman

Tuesday, 11 June 2013

Tuan rumah kalah WO? Hanya ada di sepak bola Indonesia

Kompetisi (liga versi LPIS) semakin tak jelas. Sebagai operator Liga Divisi Utama, versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), LPIS kembali semakin tidak punya KONSISTENSI atau tidak punya KETEGASAN atau tidak punya KEWIBAWAN atau lebih tepatnya tidak punya KEMAMPUAN.

Setelah beberapa klub menyatakan mundur, lagi-lagi jadwal pertandingan begitu mudah berubah karena permintaan peserta (Klub). Jadwalpun dirubah, namun pertandinganpun terancam tak bisa dilaksanakan. Anehnya kok bisa yah tim tuan rumah kalah WO?

Tepat tanggal 31 mei 2013, melalui surat Nomor :025/SPO/DIRUT/V/2013, PSIS mengirimkan surat ke LPIS tentang permohonan pengunduran jadwal pertandingan PSIS melawan PSMS. Jadwal pertandingan tersebut mestinya tanggal 6 Mei 2013, lalu PSIS memohon agar diundur menjadi tanggal 13 Juni 2013 dengan alasan kondisi internal PSIS yang tidak kondusif. Kemudian LPIS mem-forward surat permohonan tersebut ke PSMS untuk meminta konfirmasi. (ini juga menjadi ke-'aneh'-an, apakah liga profesional boleh sekompromis ini?)

Akhirnya sepakat dengan situasi dan kondisi yang harus dimaklumi, PSMS menerima dan menyetujui permohonan pengunduran jadwal yang diajukan PSIS tersebut setelah agak alot melakukan koordinasi dengan pihak LPIS (diwakili oleh Pak Hendriyana), PSIS (diwakili oleh Pak Budi Santoso), dan PSMS (diwakili oleh saya-Partoba).

Hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2013, tim PSMS bertolak menuju Bandung untuk melakoni laga tandang melawan PERSIKAB di Jalak Harupat pada hari Minggu, 9 Juni 2013. Sehari setelah pertandingan melawan PERSIKAB, Senin 10 Juni 2013 pukkul 22.00, PSMS bertolak menuju Semarang. Tiba di Semarang pukkul 9.00 pagi tadi.

Di tengah perjalanan Tim PSMS menuju Semarang, tepatnya pukkul 00.22 saya  mendapat sms dari Pak Budi Santoso (PSIS) dengan text: 'Mohon maaf, kami PSIS tdk bisa menyelenggarakan pertandingan, krn mlsh internal...terimakasih".

Saya terkejut mendengar berita itu. Saya tidak berfikir soal keuntungan menang WO. Kami (PSMS) merasa rugi secara materi dan moril. Akan lebih sportif menerima kekalahan di pertandingan tandang daripada menang WO di laga tandang (aneh bukan?, tidak ada yang patut dibanggakan). PSIS yang memohon pengunduran jadwal, PSIS pula yang ingkar tidak bisa melakoni laga home.

Siapakah yang salah? LPIS kah? PSSI kah? PSIS kah?. Kemana PSMS harus menuntut persoalan ini?. Tanpa bermaksud menekan Tim Management PSIS, yang notabene tidak mampu membayar tunggakan gaji pemainnya. Kondisi ini harus kita pertanyakan ke LPIS selaku operator Liga.

Hallo, LPIS!!! Apa kabarmu? Mana konsep Liga Profesional yang kalian kumandangkan? Dengan kemengan/kekalahan WO yang kerap terjadi di Devisi Utama adalah indikasi bahwa Kompetisi ini berjalan sangat teramat tidak profesional bahkan bisa dikatakan BURUK!!!. 

#PP
Penikmat Sepak Bola Nasional

No comments:

Post a Comment