Laman

Sunday, 9 June 2013

MEDAN adalah kota metropolitan dengan kepadatan OKP terbesar di Indonesia

Anda pernah ke kota Medan?

Kota no 3 terbesar di Indonesia ini, katanya sih sudah termasuk kota metropolitan (katanya...loh)
Apanya yah yang menjadi parameter sehingga layak disebut kota metropolitan?

Apa karena...
Padatnya penduduk kah?
Luas wilayah kotanya kah?
Keramaiannya kah?
Transportasinya kah?

atau...karena
Sewrawutnya kah?
Macetnya kah?
Sampahnya kah?

mmm....jangan-jangan karena banyaknya sorotan lampu papan iklan yang terang benderang? sehingga kota ini disebut kota metropolitan. Saya sendiri gak ngerti apa kriteria kota metropolitan. Apa yah arti metropolitan?

"n'tahlah" (pinjam istilah dengan dialek medan)

Kota ini memang sudah semakin padat; padat kendaraannya, padat angkotnya, padat becaknya, termasuk padat sampahnya, padat orang stresnya bahkan makin padat orang gilanya.

Tapi menurut saya kota ini memang memiliki kepadatan yang agak unik dibandingkan kota-kota lain. Kota ini memiliki kepadatan ORMAS Kepemudaan yang sangat besar, yang biasa disebut padat OKP.
Tau OKP kan? itu loh Organisasi Kelompok Partisan atau Organisasi  Kemasyarakatan Pemuda.

Unik kan? bagi saya hal ini memang agak aneh.  Mengapa saya sebut demikian?

Bayangkan saja hampir di setiap penjuru kota selalu ada saja pos-pos OKP dengan besaran dan ukuran bangunan bervariasi. Ada yang berupa bangunan permanen, ada yang dengan sengaja menyewa ruko, ada juga bangunan darurat dari bahan kayu atau bambu yang berdiri di pinggiran jalan, ada juga pos-pos kecil yang sengaja dibuat untuk menjadi kantor sekretariat.

Biasanya ciri khas posko ini selalu diberi warna lorang-loreng sesuai basic warna organisasinya. Ada yang loreng orange-hitam, birumuda-hitam, biru tua-hitam, merah-hitam, hijau-hitam. Pokoknya bermacam-macamlah.

Uniknya lagi di beberapa sudut kota terpampang iklan layanan masyarakat OKP di poster-poster, spanduk-spanduk, baliho, bahkan di papan iklan bill board yang super besar lengkap dengan sorotan lampu yang terang. Pastinya bayar iklanya mahal tuh.

Iklan layanan masyarakat itu berisi macam-macam slogan atau ajakan. Atau sosialisasi program kampanye OKP mereka. Mungkin program-programnya atau pernyataan sikapnya, gitu kali yah? atau sekedar trend menunjukkan eksistensi kali yah?. Ada yang berslogan 'Anti korupsi', 'Tolak Korupsi', 'Anti kekerasan', "Jauhi Narkoba' atau 'Say No To Drugs'. Pokoknya macam-macamlah yang mereka sosialisasikan.

Namun yang menurut saya semakin aneh adalah...mengapa di setiap tampilan iklannya selalu menyertakan photo figur atau sosok (mungkin tokoh dari pengurus OKP tersebut) dengan tampang atau perawakan yang seram. Menggunakan pakaian loreng-loreng lalu pakai baret, dan berpose dengan tampang yang sangar atau mimik yang menakutkan. Jarang ada yang sambil tersenyum. Menurut saya malah cenderung seperti tampang preman. Kenapa yah? Mesti kah? heheheh....

OKP singkatnya bukan Organisasi Kepemudaan Preman kan? heheheh

 

1 comment: